| Jumat, 29 Juli 2005 | SEMARANG |
Ayah dan Anak Tewas Tertabrak KAGROBOGAN - Ngatno (35) dan anaknya Putri Nadila (5), warga Desa Mangunrejo, Kecamatan Kebonagung Demak, tewas tertabrak kereta api (KA) barang jurusan Semarang - Surabaya di perlintasan kereta api Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan, Rabu (27/7) pukul 12.30. Keterangan yang dihimpun di tempat kejadian menyebutkan, peristiwa itu berawal ketika korban berboncengan Honda GL MAX H-3159-MH dengan istri dan anaknya. Rencananya, mereka akan mengunjungi keluarganya yang sedang punya kerja di Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan. Sesampai di perlintasan itu, dari arah timur melaju KA barang dalam kecepatan tinggi. Beberapa orang yang berada di sekitar lokasi sontak memperingatkan korban. Namun, pengendara motor itu tetap menerobos perlintasan. Karena jarak antara korban dengan kereta api tersebut begitu dekat, sehingga serempetan tak terhindarkan. Korban terpental hingga terperosok ke dalam saluran jembatan kereta api. Akibatnya, Ngatno dan putrinya meninggal seketika di tempat kejadian, sedangkan istrinya, Ny Ngatno yang duduk di belakang selamat. Meski demikian, dia sempat tidak sadarkan diri. Beberapa warga sekitar dan keluarga korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan. Dalam kecelakaan itu, Ngatno mengalami luka-luka pada bagian pelipis kanan hingga tembus ke otak, tangannya lecet, dan kakinya patah. Putri mengalami luka memar di bagian wajah serta kepalanya retak. Tak hanya itu, kaki dan tangannya juga patah. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Muspika dan puskesmas setempat, kecelakaan terjadi karena adanya kelalaian korban. Selanjutnya, korban diserahkan kepada keluarganya di Mangunrejo Demak untuk dimakamkan. (H3-51d) |