logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 29 Juli 2005 SEMARANG
Line

Proyek Jalan Lingkar Belum Ada Kejelasan

SALATIGA - Rencana proyek pembuatan jalan lingkar Salatiga sepanjang 12 km yang melintas dari sisi timur Kota Salatiga belum dapat direalisasikan dalam tahun ini. Sebab, proyek yang membutuhkan dana Rp 120 miliar itu belum dapat dipastikan sumber dananya.

Padahal, salah satu tujuan pembuatan jalan lingkar itu untuk memecah konsentrasi perkembangan ekonomi yang masih berpusat di tengah kota dan membuka daerah baru. Selain itu, keberadaan jalan tersebut juga bertujuan untuk memecah kepadatan arus transportasi di jalur Semarang-Solo.

"Pemkot belum dapat memastikan realisasi pembangunannya. Namun, jika ada investor yang berkeinginan membangun jalan tersebut, setidaknya ada dua alternatif yang bisa ditawarkan, yakni pemberian kompensasi maupun membayar angsuran setelah dibangun," ujar Wakil Wali Kota Salatiga John Manoppo kepada wartawan, Kamis (28/7).

Menurut dia, bentuk kompensasi kepada investor dari pembangunan jalan lingkar itu tentunya dibicarakan terlebih dulu. Namun jika Pemkot harus mengangsur pengembalian modalnya, setidaknya mampu membayar Rp 5 miliar tiap tahun.

John berharap pada tahun 2006, tahap awal jalan lingkar tersebut bisa mulai dibangun beberapa kilometer terlebih dulu dari arah Selatan. Sebab hingga kini, pembebasan tanahnya telah mencapai 50%.

Dari proyek jalan lingkar itu, setidaknya bakal dibangun pula sepuluh jembatan di beberapa lokasi tertentu. Hingga kini, Pemkot Salatiga telah membangun dua jembatan utama yang dananya berasal dari bantuan pusat dan APBD Kota Salatiga.

Sebelumnya, Ketua Komisi C (Bidang Pembangunan) DPRD Kota Salatiga H Toto Suprapto telah merekomendasikan dipercepatnya proyek pembuatan jalan lingkar itu.

Dijelaskan, keseluruhan anggaran yang dibutuhkan untuk pembuatan jalan lingkar mencapai Rp 120 miliar dengan perincian, Rp 20 miliar untuk pembebasan tanah dan Rp 100 miliar untuk pembangunan fisik.

Menurut dia, hambatan yang dihadapi dalam mempercepat rencana pembuatan jalan lingkar antara lain masalah pembebasan tanah. Sebab, di beberapa tempat harga tanahnya bervariasi.

Tak Disetujui

Dia juga menyayangkan ketika ada bantuan dana yang hendak diberikan untuk jalan lingkar, tetapi tidak disetujui Pemkot. Padahal, bantuan tersebut tanpa ada embel-embel kompensasi dari proyek seperti investasi lainnya.

Jalan lingkar sepanjang 12 km dengan lebar 21 meter dan badan jalan seluas 14 meter tersebut membutuhkan lahan 248.472 m2. Embrio jalan yang sudah ada selebar 133.397 m2.

Adapun tanah yang sudah dibebaskan 13.267 m2 di Kelurahan Cebongan dan 14.193 m2 di Kelurahan Randuacir.

Sementara sisa lahan yang belum dibebaskan seluas 107.615 m2, dan sebanyak 161 bangunan rumah akan diganti karena bakal tergusur. Biaya penggantian bangunan tersebut dianggarkan Rp 500 juta. (H2-51d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA