logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 29 Juli 2005 SEMARANG
Line

''Break!'' dan Perburuan Hantu pun Dihentikan

MESKI telah berdiri di atas tembok, Paiman (45) masih perlu berjinjit dan melongok-longokkan kepalanya. Lelaki yang tinggal di Kampung Gisikdrono, Semarang, itu belum jelas melihat aktivitas pengambilan gambar acara ''Pemburu Hantu'' di Swalayan Kedaton, Jalan Kaligarang, Rabu (27/7) malam.

Maklum saja, jarak antara tempat dia berdiri dengan bangunan yang ia amati cukup jauh. Untuk mendekat, sepertinya tidak mungkin, sebab banyak orang telah berdesakan di jalan. Belum lagi banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang dengan amat perlahan.

''Saya penasaran saja, pingin lihat secara langsung cara menangkap hantu,'' katanya.

Paiman mengaku penggemar setia tayangan-tayangan beraroma mistik yang marak di televisi. Maka, begitu mendengar ada pengambilan gambar secara langsung di Semarang, dia tak ingin melewatkannya. Informasi dia dapatkan dari tayangan sebelumnya acara Pemburu Hantu. Lantaran harus menyelesaikan pekerjaan dulu, Paiman baru sampai di lokasi beberapa saat setelah acara dimulai.

''Kalau lihat di TV, sepertinya menangkap hantu kok gampang sekali. Apa betul seperti itu? Tapi sayang, acaranya dilakukan di dalam ruangan,'' katanya.

Respons Beragam

Meski acara yang disisarkan langsung oleh sebuah stasiun televisi swasta itu baru dimulai pada pukul 21.30, orang-orang telah berdatangan ke lokasi sejak sore hari. Mereka memang tak leluasa menonton adegan demi adegan, khususnya saat empat ''orang pintar'' yang diturunkan malam itu -yakni ustad Lukman, Somad, Syarif Hidayat, dan Hariri Mak- berikhtiar menangkap hantu-hantu yang konon kerap mengganggu di tempat itu.

Namun, adanya layar lebar yang menayangkan kegiatan di dalam ruang, cukup membantu mereka mengikuti prosesi penangkapan. Respons beragam tertangkap dari wajah mereka. Ada yang mengikutinya dengan perasaan amat tegang. Ada pula yang tetap santai, sembari bercanda dengan penonton lain di sekitarnya.

Di lantai dua -tempat yang menjadi target operasi perburuan hantu-, suasana tak seseram yang tampak di layar kaca. Belasan orang duduk bersila membaca doa-doa. Sementara anggota tim produksi bekerja di posisi masing-masing.

Di tengah adegan penangkapan hantu yang menegangkan, sutradara memberi aba-aba jeda iklan. ''Break!'', dan untuk sementara waktu, prosesi itu harus dihentikan.

Dari perburuan ini kabarnya ditangkap sejumlah makhluk gaib berupa buaya, pocong, sesosok kepala yang rusak. Makhluk itu disebut berasal dari sungai Banjirkanal Barat dan Tugu Suharto. (Rukardi, Saptono JS-18a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA