logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 29 Juli 2005 SEMARANG
Line

Koin Berlapis Emas dari Tiongkok

SIANG itu, dua wanita berhenti sejenak di sebuah ruko Gang Pinggir. Diamatinya tiga kaus warna hitam, kuning, dan merah yang dijejer di depan toko. Sesaat kemudian, tangannya sibuk membolak-balik kaus bergambar seorang yang memakai pakaian kebesaran Laksamana dari Dinasti Ming. Setelah puas melihat, kedua wanita itu kembali melenggang ke jalan.

Dalam beberapa bulan belakangan ini, sebagian toko di kawasan Pecinan Semarang menjual aksesori yang melambangkan Perayaan 600 Tahun Pelayaran Laksamana Cheng Ho. Tak hanya kaus, lampion, poster, banner, pin dan gantungan kunci, serta koin berlapis emas pun dijajakan.

Perayaan yang akan digelar secara besar-besar pada awal Agustus itu rupanya mendatangkan keuntungan bagi sebagian pedagang di kawasan Pecinan. Di toko Apple Collection misalnya, berbagai macam aksesori tersebut laris diserbu pengunjung.

Menurut Ie Bieng, dagangannya dalam minggu-minggu belakangan ini kebanjiran pembeli. Pengunjung rata-rata membeli aksesori berupa lampion dan kaus bergambar Sang Laksamana. "Beberapa hari yang lalu, pihak Bandara A Yani memesan 100 lampion untuk dipasang di sana," ujarnya.

Harga lampion berkisar antara Rp 50.000 - Rp 250.000, sedangkan kaus bergambar Cheng Ho dijual mulai harga Rp 12.500 sampai Rp 60.000. Menurut penuturan Ie Bieng, dalam sehari kaus bisa laku selusin. "Rata-rata mereka membeli kaus untuk dikenakan pada saat perayaan Agustus mendatang," paparnya.

Koin Emas

Selain itu, di toko yang terkenal menjual aksesori dari etnis Tionghoa itu juga menjual koin berlapis emas yang sengaja didatangkan dari Tiongkok. Koin bergambar Laksamana Cheng Ho itu pinggirnya bertuliskan abjad Tionghoa yang mempunyai arti Perayaan 600 Tahun Pelayaran Laksamana Cheng Ho. Koin tersebut dijual dengan harga Rp 50.000. "Kami sengaja menjual dalam jumlah terbatas, pasalnya tidak semua orang bisa membawa koin tersebut dari tempat asalnya," ungkapnya.

Toko yang terletak di Gang Pinggir 26 Semarang itu juga menjual buku edisi Cheng Ho. Buku khusus itu sengaja dicetak dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Buku yang berjudul Dari Sida-sida sampai Laksamana itu dijual Rp 8.000, sedangkan versi Inggris yang berjudul An Eunuch Who Become An Admiral harganya Rp 10.000.

"Kami juga menyediakan VCD tentang warisan Cheng Ho. Setiap kepingnya kami jual Rp 10.000," ujar wanita berusia 55 itu.

VCD keluaran Cinekom itu mengisahkan tentang warisan Sang Laksamana berupa kelenteng-kelenteng pesisir utara Jawa.

VCD yang berjudul aslinya Jing Nian Zheng He itu, saat ini diburu beberapa orang kolektor pengagum Cheng Ho. (Fahmi Z Mardizansyah-18d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA