logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 29 Juli 2005 SEMARANG
Line

Kasus SPBU Tingkir

Perbuatan Ibnu Sudjoko Diketahui Belakangan

SEMARANG - Pengadilan Negeri (PN) Semarang kembali menyidangkan terdakwa Ibnu Sudjoko dalam perkara dugaan korupsi tunggakan pembayaran delivery order (DO) SPBU Tingkir, Kabupaten Semarang, senilai Rp 10,3 miliar. Saksi yang dihadirkan dalam sidang itu adalah dua karyawan PT Pertamina Unit Pemasaran IV Jateng-DIY, yakni Safrisal dan Ardianto.

Safrizal dalam hal itu selaku pengawas akuntansi utang piutang, sedangkan Ardianto pengawas utama administrasi bahan bakar minyak (BBM). Menurut keterangan Safrisal, dirinya mengetahui adanya tunggakan pembayaran setoran BBM yaitu sekitar 22 Desember 2004.

Adapun tunggakan yang dilakukan terdakwa adalah sejak awal November 2004 hingga 14 Desember 2004.

Dirinya baru mengetahui hal itu belakangan, karena sebelumnya tidak dilakukan pendataan secara baik. Data di tempatnya masih perlu pembenahan, berkaitan dengan sistem komputer administrasi model baru yang belum familiar. Sistem baru itu adalah SAP on line Payment Banking System (OPBS). Pembenahan data, baru dimulai sekitar awal Oktober 2004. Oleh karena itu, pada data awal harus banyak record yang harus ditelusuri.

Mengenai modus operandi yang dilakukan terdakwa dalam melakukan penyimpangan, saksi tidak mengetahui, sebab dirinya hanya berwenang kepada keuangan.

Desakan KPK

Ardianto mengatakan, selaku atasan Ibnu, ia tidak menyangka jika terdakwa akan melakukan perbuatan penyimpangan, sebab ia terlalu yakin kepada sistem baru.

Pada kesempatan lain, PN kemarin juga menyidangkan terdakwa mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (PKD) Pemkot Salatiga, Mardiono .

Sidang pertama itu mengagendakan pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Mardiono didakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum bersama Ibnu Sudjoko antara 31 Oktober 2003 hingga Desember 2004, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 10,3 miliar.

Sementara itu, Komite Penyelidikan dan Penanggulangan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KN) Jateng, Rabu (27/7) telah menerima pemberitahuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkaitan dengan surat laporan KP2KKN No. 15/SK/KP2KKN/2005 bertanggal 6 Mei 2005 tentang Perkembangan Penyidikan Kasus SPBU Tingkir yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng.

Dalam surat KPK No. 1212/D.PIPM/KPK/VII/2005 yang ditandatangani Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat Junino Jahja pada 4 Juli 2005 itu disebutkan, pimpinan KPK telah berkoordinasi dengan Jaksa Agung sesuai dengan surat KPK No. 1141/KPK/VI/2005 bertanggal 17 Juni 2005. (yas-51a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA