| Jumat, 29 Juli 2005 | SEMARANG |
Siswa Baru Tewas saat Demo KendaraanSEMARANG - Timotius Aris Budi Utomo, siswa baru SMAN 4 tewas setelah tertabrak temannya sendiri saat demonstrasi kendaraan bermotor di sekolahnya, Jalan Karangrejo Raya Banyumanik, Selasa (26/7) siang. Warga Plasansari, Kelurahan Srondol Kulon itu meninggal di RS Telogorejo, Rabu (27/7) sekitar pukul 10.00, setelah menjalani perawatan selama sehari. Menurut Kepala SMAN 4 Drs Widodo, saat itu sedang ada pelatihan mengendarai motor yang baik dan benar bagi siswanya. Pelatihan yang bekerja sama dengan salah satu produk motor itu, berlangsung siang hari usai jam sekolah. "Tujuan pelatihan, agar para siswa mengerti tata cara mengendarai motor yang baik dan benar. Kami tahu, anak SMA biasanya suka ngebut dan kurang menaati peraturan lalu lintas, makanya saya memberikan izin pelatihan itu." Dia memaparkan kronologi kejadiannya. Saat itu para siswa berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti pelatihan. Ketika salah satu siswi kelas I mencoba mengendarai motor, teman-temannya memberikan tepuk tangan meriah. "Mungkin karena grogi disoraki temannya, siswi itu tak bisa mengendalikan motor dan menabrak Aris yang saat itu menyaksikan dengan posisi jongkok," tuturnya. Pihak sekolah segera melarikan Aris ke RS Danubroto Banyumanik untuk diperiksa. Usai pemeriksaan, pihak RS menyatakan Aris baik-baik saja, meskipun dia sempat muntah-muntah. Sore hari sekitar pukul 18.30, dia masih mengalami sakit dan akhirnya dibawa ke RS Elisabeth, namun pihak rumah sakit merujuk agar dibawa ke RS Telogorejo. Oleh keluarga dan penyelenggara, korban dibawa ke RS Telogorejo untuk menjalani perawatan hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir, Rabu (27/7) sekitar pukul 10.00. Jenazah dimakamkan Kamis (28/7) kemarin sekitar pukul 11.00 di TPU setempat yang dihadiri para guru dan teman sekolahnya. Pasrah Umi, ibunda korban menyatakan pasrah dan menerima kenyataan secara lapang dada. Saat ditemui di rumah duka usai pemakaman, dia menuturkan peristiwa itu murni musibah. "Ini semua terjadi karena kehendak Tuhan. Saya bisa menerima. Saya bersama penyelenggara dan pihak sekolah telah sepakat tidak akan menyalahkan siapa pun dan tidak akan melakukan tuntutan hukum," paparnya dengan terbata-bata. Pihak penyelenggara yang diwakili Budi mengatakan, pelatihan itu murni untuk pembelajaran, dan bukan ajang promosi. "Saat pelatihan tidak boleh menyebarkan brosur kendaraan, meskipun kami mendapat sponsor," ujarnya saat dihubungi lewat telepon. Dia menjelaskan, pelatihan itu diadakan karena didasari meningkatnya angka korban kecelakaan akibat kendaraan bermotor. "Pelatihan itu bertujuan memberikan pembelajaran bagi para siswa agar bisa berkendara secara benar. itu semua demi keamanan pengendara dan pembonceng," ungkapnya. (sjs-37d) |