logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 29 Juli 2005 SEMARANG
Line

Masukan Warga Ditunggu di SMS 9299

SEMARANG - Desk Program 100 Hari mengharapkan masukan warga masyarakat tentang berbagai persoalan Kota Semarang. Masukan itu bisa disampaikan langsung ke Desk 100 Hari di kompleks balai kota, dikirim via surat, maupun melalui layanan pesan singkat (SMS). Khusus untuk menampung keluhan masyarakat, Pemkot membuka SMS 9299.

Koordinator suporting staf Desk Program 100 Hari, M Farchan ST, mengatakan, sejak dibentuk, desk sudah beberapa kali melakukan pertemuan. Selain para narasumber, desk juga menjaring aspirasi masyarakat lewat forum "Jaring Asmara". Warga juga bisa memberi masukan melalui line SMS empat digit.

Warga yang ingin memberikan saran, cukup mengetik atlas (spasi) (saran yang disampaikan), kemudian kirim ke nomor 9299.

Ketika Suara Merdeka mencoba mengirim SMS ke nomor tersebut, mendapat balasan"Terima kasih atas informasi atau pun kritik yang Anda berikan. Selanjutnya akan kami kaji dan tindak lanjuti. Wali Kota Semarang.''

Farchan menambahkan, saat ini desk sedang menyusun rancangan naskah akademis rancangan peraturan daerah (raperda) pendidikan. Pakar pendidikan diminta memberikan masukan, meski tidak masuk dalam keanggotaan Desk Program 100 Hari.

''Kemungkinan kami meminta pakar pendidikan di luar desk untuk membantu menyusun naskah akademik. Tidak mungkin semua dikerjakan sendiri oleh desk, karena keterbatasan sumber daya.''

Dalam 100 hari, akan disusun pula naskah akademik Raperda Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Semarang 2005-2025, penetapan Peraturan Wali Kota tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2005-2010, serta Raperda tentang Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan.

Akan Dibentuk

Keanggotaan Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K), juga akan direstrukturisasi. Beberapa lembaga lain akan dibentuk sebagai partner DP2K, yaitu Badan Koordinasi Tata Ruang Daerah (BKTRD), Forum Masyarakat Kota (Formasta), serta Forum Partisipasi Perguruan Tinggi Kota Semarang. Program kerja sama pembangunan Kedungsapur (Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, Grobogan, dan Salatiga-Red), juga akan dirumuskan.

Salah seorang anggota Desk 100 Hari, Ir Saratri Wilonoyudo MSi, meminta Pemkot juga memperhatikan SMS warga yang ada di sejumlah media massa, seperti yang termuat di rubrik ''Piye Jal'' Harian Suara Merdeka.

Rubrik suara masyarakat yang memuat SMS itu, bisa menjadi salah satu sumber gagasan untuk memperbaiki Kota Semarang.

''Saya yakin, banyak orang yang membaca dan mengirimkan SMS lewat rubrik semacam Piye Jal. Berbagai keluhan, unek-unek, atau aspirasi masyarakat lewat rubrik semacam itu, patut memperoleh respons Pemkot, terutama dalam 100 hari pemerintahan Sukawi-Mahfudz,'' ujar Saratri.

Selain itu, dia mengusulkan agar Pemkot membuka semacam costumer service untuk menampung keluhan dan pengaduan masyarakat. Selanjutnya, keluhan-keluhan itu dibahas di Desk 100 Hari, untuk kemudian ditindaklanjuti oleh Pemkot atau dinas terkait.(H9,H5-37a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA