| Jumat, 29 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Mahasiswa Menentang Rencana Kenaikan GajiYOGYAKARTA - Penolakan atas rencana kenaikan gaji DPR dan pejabat terus bergulir. Kemarin, puluhan aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar aksi unjuk rasa menentang rencana kenaikan tersebut. Demonstransi yang digelar BEM, keluarga mahasiswa serta sejumlah fakultas di perguruan tinggi tersebut berawal dari bulevar kampus. Mereka mengatakan, pejabat negara dan kalangan eksekutif tidak punya nurani karena menaikkan gaji pada saat sebagian besar masyarakat dalam kondisi memprihatinkan. Hal yang lebih menyedihkan, kata mereka, para elite itu terlihat tidak memiliki beban ketika jalan-jalan ke luar negeri dengan dalih studi banding atau kunjungan kerja. Kebobrokan Moral ''Lihat saja, itulah bentuk kebobrokan moral bangsa ini. Pada saat sebagian rakyat masih menderita busung lapar dan para peternak rugi besar karena berbagai penyakit, pejabat kita justru menaikkan gajinya,'' teriak Presiden BEM Hanta Yudha. Dalam aksi tersebut, sejumlah mahasiswa membawa spanduk dan poster yang intinya mengecam rencana kenaikan gaji DPR, Presiden, Wakil Presiden dan pejabat negara. Kenaikkan gaji tersebut sangat tidak manusiawi karena tidak mempertimbangkan kondisi rakyat yang sedang menderita. Setelah berorasi di bulevar, demonstran melanjutkan aksinya ke gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro. Di tempat itu, mereka kembali menyuarakan tuntutan yang sama, yaitu menolak rencana kenaikkan gaji pejabat negara dan anggota legislatif. Dalam aksinya, mereka juga mendesak pemerintah memprioritaskan penyelesaian sejumlah kasus termasuk korupsi dan wabah flu burung.(D19-39m) |