| Jumat, 29 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Diawali Gerakan Beternak dan Tanam Pakan Ternak
DONOREJO merupakan salah satu wilayah Kecamatan Kaligesing yang terletak di ujung timur Purworejo. Desa berketinggian 800 meter di atas permukaan laut (dpl) itu berbatasan dengan Desa Purwosari, Girimulyo, Kulonprogo (DIY). Jumlah penduduk desa berhawa dingin itu 903 keluarga dan luas wilayahnya 593,096 ha. Menurut Kepala Desa Donorejo Ngudiyo (56), semula pada era 70-an desa itu tandus. Bahkan, kata dia, semula rumput ilalang saja sulit tumbuh di desanya. Berdasarkan catatan dia, semula ada hamparan 36 ha di desanya yang berupa lahan kritis, belum termasuk lahan-lahan kritis yang berpencar-pencar di desanya. Dengan kondisi yang seperti itu semula pendapatan rakyatnya hanya Rp 75 per kapita/hari, padahal waktu itu harga beras Rp 300/kg. ''Kalau satu orang jatah berasnya hanya seperempat kilogram itu bagaimana makannya?'' kata kades. Kemiskinan yang dialami sebagian warga desanya, menurut kades, karena kurang penghasilan dan pendapatan akibat rendahnya usaha. Selain itu juga dipengaruhi oleh rendahnya pola pikir. Rendahnya pola pikir itu merupakan akibat dari rendahnya tingkat pendidikan. Menurut kades, rata-rata warga desa tersebut lulusan ujian persamaan sekolah dasar (Uper SD). ''Dengan tingkat pendidikan seperti itu semula kalau hendak bicara satu program saja saya harus mengulang 200 kali,'' kata kades mengibaratkan sulitnya memberi pembinaan kepada warganya. Berkenaan dengan penilaian seperti itu, pada tahun 1986 dia menghadirkan sejumlah dosen ITB. Tujuannya, kata dia, ingin tahu bagaimana caranya membangun desa. Berawal dari situ maka dibentuklah beberapa kelompok tani. Mulanya targetnya hanya sederhana, yakni mencari jalan bagaimana agar rakyatnya bisa kenyang. Dengan membentuk kelompok tani diharapkan masyarakatnya mampu mengolah lahan agar lebih produktif. Selebihnya karena usaha pertanian membutuhkan pupuk, lantas warga setempat digalakkan untuk beternak kambing PE ras Kaligesing dengan lebih baik. Sejalan dengan beberapa program yang telah disusun, upaya penghijauan pun dilakukan. Di antaranya, seluruh warga diwajibkan menanam tanaman untuk pakan ternak seperti kaliandra, turi, ataupun rumput setaria. Berkat keberhasilan dalam bidang penghijauan, kades yang masa kerjanya tinggal 18 bulan itu beberapa kali menjadi dosen terbang di beberapa perguruan tinggi. Antara lain pernah diminta menjadi narasumber dialog interaktif melalui RRI Purwokerto untuk lingkup siaran Jawa dan Madura. Dia juga diundang dalam bedah buku Menoreh di UGM Yogyakarta. Orang itu juga pernah diundang dalam acara seminar tentang hutan rakyat di UGM. Berkat keuletan warga dan atas bimbingan instansi terkait, sekarang, jelas kades setempat, pendapatan masyarakat desa itu telah meningkat menjadi Rp 8.350 per kapita. Selain itu, populasi kambing peranakan etawa (PE) ras Kaligesing di desa itu juga telah mencapai 7.000 ekor lebih. Ironisnya, perangkat desa setempat tidak bisa menggarap tanah bengkok karena dihibahkan untuk membangun sekolah dasar. Menopang Selama ini kades dan seluruh perangkat desanya hanya menerima tunjangan penghasilan aparat pemerintah desa (TPAD) dari Pemkab setempat Rp 3.750.000/triwulan. Adapun bantuan kepada desa/kelurahan (BKD/K) Donorejo terbesar di Purworejo, yakni Rp 38 juta/tahun. Dana BKD/K itu hanya untuk menopang pembangunan di wilayah tersebut. Atas berbagai kemajuan yang telah diraih, desa itu mewakili Purworejo dalam lomba desa tingkat provinsi. Panitia tingkat provinsi setelah menilai desa itu pada 28 Juni lalu menyatakan bahwa Donorejo meraih juara pertama. ''Saya melihat pengumuman pada 23 Juli bahwa Donorejo dinyatakan sebagai juara pertama tingkat provinsi,'' kata Camat Kaligesing, Pracoyo SSos, Kamis kemarin. Menurut camat setempat, titik keberhasilan lomba Desa Donorejo adalah pada segi pemberdayaan masyarakatnya. Menurutnya organisasi seperti baperdes, PKK, karang taruna, ataupun kelompok tani di desa itu berkembang dengan baik. Swadaya masyarakatnya tahun ini juga mencapai sekitar Rp 600 juta untuk pembuatan dan pengerasan jalan, rabat beton, dan berbagai kegiatan nonfisik. Dengan prestasi itu, kata Camat Pracoyo, berarti Kecamatan Kaligesing tahun ini meraih prestasi di tingkat provinsi untuk ketiga kalinya. Pertama, desa Hulosobo yang meraih juara dua lomba Kesatuan Gerak PKK dan KB Kesehatan. Kedua, Desa Pandanrejo meraih juara harapan satu lomba Posyandu tingkat provinsi. Menurut Pracoyo SSos, beberapa prestasi itu bisa diraih berkat kerja keras masyarakat setempat, tokoh masyarakat, aparat pemdes, pejabat Muspika beserta jajarannya serta pembinaan dari kabupaten. Harapan dia, predikat juara itu akan lebih memberikan motivasi sekaligus daya dorong bagi semua jajaran untuk lebih giat lagi dalam melakukan upaya-upaya pembangunan di tingkat desa. Dia ingin dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan swadaya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Eko Priyono-39n) |