logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 29 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

Semua Unggas Akan Divaksin

MAGELANG - Semua unggas milik penduduk Kota Magelang akan divaksin. Langkah itu, kata Kepala Dinas Pertanian Ir Bambang Sartono, merupakan upaya antisipasi, meski kondisi unggas di daerah itu masih aman dari wabah flu burung. ''Vaksinasi gratis akan dimulai 1 Agustus mendatang, dan jadwal untuk tiap-tiap kelurahan sudah dikeluarkan,'' ujarnya, Kamis kemarin (28/7).

Mengingat binatang piaraan seperti ayam, bebek, dan burung itu dimiliki hampir semua warga, vaksinasi akan dipusatkan di kantor kelurahan. ''Warga diminta membawa unggas piaraannya ke kelurahan. Bagi yang populasinya banyak sehingga tidak mungkin dibawa ke kelurahan, petugas kami yang akan mendatanginya.''

Vaksinasi di setiap kelurahan diperkirakan berlangsung 2-3 hari. Karena Kota Magelang memiliki 14 kelurahan, maka akan selesai sekitar satu bulan bahkan bisa lebih dari itu. Hal serupa juga diberikan kepada peternakan ayam pedaging ataupun petelur.

Ditanya tentang peternakan babi, Bambang menerangkan, di wilayahnya hanya ada satu peternakan babi yang berlokasi di Pulau Mas, Kelurahan Wates. Peternakan itu sudah diminta untuk ditutup. Saat ini babi di peternakan itu tinggal menunggu untuk dijual, setelah itu akan ganti usaha.

Peternakan Liar

Mengenai isu adanya peternakan babi liar milik warga di Kampung Baben, Kelurahan Magersari, Kepala Dinas Pertanian itu membantahnya. ''Dulu memang betul Kampung Baben sebagai lokasi peternakan babi, tetapi sudah lama ditutup,'' tuturnya sambil menambahkan, meski begitu pihaknya akan melakukan pengecekan ke lokasi tersebut.

Ditanya tentang pemantauan penjualan daging di berbagai pasar, dia menjelaskan, pemantauan kualitas daging baik ayam, sapi, maupun yang lainnya setiap hari dilakukan dengan memanfaatkan petugas penarik retribusi. Mereka itulah yang melaporkan kepada Dinas Pertanian.

Bahkan sebulan dua kali dilakukan pemeriksaan daging secara acak, kemudian sampelnya diperiksa di laboratorium. Langkah itu dilakukan untuk menjamin agar kualitas daging yang dijual di pasar itu layak untuk dikonsumsi. ''Yang dagingnya jelek, penjualnya diberi surat peringatan. Bahkan kalau sampai terus-menerus melanggar, mereka akan dilarang berjualan daging.''

Dia meminta masyarakat pada waktu yang ditentukan mau datang ke kelurahan dengan membawa unggas masing-masing untuk divaksin. ''Ini untuk kepentingan bersama demi mencegah flu burung,'' ujarnya. Selain itu, cara memasak daging unggas itu hendaknya dipanaskan antara 60-100 derajat, pasti aman dari flu burung. (P60-39n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA