logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 29 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

Masa Depan PTS di Yogya Suram

YOGYAKARTA - Akibat menurunnya minat masyarakat, khususnya lulusan SMA, untuk meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di DIY, masa depan sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) bakal suram. Selain itu, kemungkinan masuknya perguruan tinggi asing semakin mengancam keberadaan PTS di Yogyakarta yang dinilai sebagai kota pelajar dan budaya tersebut.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) DIY Sugiyanto mengungkapkan kondisi tersebut kepada wartawan di kantornya di Jl Tentara Pelajar Yogyakarta, kemarin.

''Bukan hanya PTS yang terancam dengan masuknya pergutuan tinggi asing, PTN juga terancam,'' ujarnya.

Saat ini di DIY terdapat 108 perguruan tinggi anggota Aptisi. Dia melihat dari jumlah itu, sekitar 50% merupakan perguruan kecil dan sangat kecil. Kriteria kecil, lanjut dia, tiap program studi mempunyai mahasiswa 100 atau kurang setiap tahunnya.

Tergolong Susah

''Mereka yang kecil ini tergolong susah, bukan berarti mau bubar, melainkan ke depannya memang semakin sulit,'' katanya.

Dia mengimbau sebaiknya pemerintah tidak tergesa-gesa menandatangani kesepakatan pasar bebas. Dunia pendidikan menjadi pertimbangan yang harus mendapatkan perhatian khusus. Pasalnya, hanya beberapa perguruan tinggi saja yang siap menyambut pasar bebas.

Perguruan tinggi yang siap menghadapi masuknya PT asing menurutnya hanya yang sudah besar dan mapan. Belum tentu PTN saja, sebab masih banyak PTN di luar Jawa yang juga bakal kedodoran untuk bersaing dengan pihak asing. (D19-39n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA