logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 29 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

Lintas Jagat

Mi Instan Ruang Angkasa

OSAKA - Setelah menjadi salah satu makanan utama manusia di bumi, mi instan kini menjadi santapan astronot Jepang Soichi Noguchi di ruang angkasa. Noguchi adalah salah satu awak dalam ekspedisi pesawat ulang alik Discovery.

Nissin Food, perusahaan penemu mi instan dan kini menjual lebih dari 65 miliar bungkus per tahun, mengembangkan versi khusus mi ruang angkasa. Mi ruang angkasa berbentuk bulat seperti bakso, sehingga penjelajah antariksa bisa menyantapnya di luar bumi.

Mi ruang angkasa ini dinamakan "penjelajah angkasa". Soal bekal mi instan itu diumumkan oleh Nissin beberapa jam setelah Noguchi dan enam astronot lain bertolak ke ruang angkasa. Mi ruang angkasa itu terdiri atas empat rasa, yaitu bumbu kecap, rasa bakso, kari ayam, dan kaldu babi.

Noguchi sebelumnya melakukan uji coba kemasan. Uji coba itu untuk mengetahui apakah astronot bisa membuka dan memakannya secara normal. Mi ruang angkasa itu konon bisa dimakan dengan sendok.

Namun, kaldunya dirancang cukup padat untuk mencegah airnya tumpah. Nissin Food menyatakan, bola mi itu tetap pada bentuknya meskipun sudah dipanaskan kembali.

Air panas yang biasa dipakai untuk menyeduh mi di bumi tidak digunakan di ruang angkasa. Mi itu bisa dipanaskan dengan pemanas sampai 70 derajat Celcius.

Mi ditemukan pertama kali oleh warga Osaka, Momofuku Ando, pada tahun 1958 dan dikembangkan dalam bentuk mi cangkir pada 1971. Mi cangkir itu kemudian menaklukkan bumi karena menjadi makanan yang disukai manusia. Nissin mengklaim penjualan mi instan melampaui 2,7 miliar dolar per tahun.

Nissin telah mempatenkan teknologi mi ruang angkasa itu. Namun, saat ini belum ada rencana untuk menjualnya di pasar-pasar swalayan di bumi, apalagi di ruang angkasa.(ant-25)

Bom Mikro Atasi Kanker

LONDON - Temuan baru bagi penderita kanker. Sebuah bom mikro berhasil diciptakan untuk membunuh sel-sel kanker dalam tubuh, tanpa menimbulkan sakit pada penderita. Bom itu ditembakkan ke dalam tumor dan kemudian meledak di dalam. Ledakan bom itu akan menghancurkan sel-sel ganas tanpa menimbulkan rasa sakit.

Para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) berhasil merancang bom berukuran molekul itu. Uji coba pada tikus yang menderita kanker kulit atau paru cukup berhasil. Tikus yang menjalani terapi bom molekuler itu bisa hidup tiga kali lebih lama ketimbang tikus yang tidak mendapat terapi.

Ilmuwan yakin, bom itu bisa diterapkan pada manusia. "Kami sangat berharap dan optimis, bom molekuler anti-kanker itu bisa diterapkan untuk terapi pada manusia," kata Profesor Ram Sasisekharan, dari Divisi Rekayasa Biologi MIT.

Bom cerdas itu mengggunakan teknologi nano sehingga bisa tercipta materi berukuran sekecil molekul atau atom. Bom itu disuntikkan melalui darah, dan kemudian akan masuk ke dalam sel tumor. Ketika sudah di dalam sel, bom itu diledakkan untuk membunuh sel ganas.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA