SUARA MERDEKA
 
INDEKS INTERNASIONAL Rabu, 27 Juli 2005

VIENTIANE - Junta militer Myanmar akhirnya mengalah dengan melepaskan gilirannya menjadi ketua ASEAN pada 2006. Langkah tersebut mencairkan ketegangan antara blok negara Asia Tenggara itu dengan Barat.

TOKYO - Jepang tampaknya akan membolehkan wanita menjadi kaisar. Sebuah tim pakar Selasa kemarin mengatakan, salah satu opsi untuk mengatasi krisis pewarisan takhta di Jepang adalah menobatkan seorang kaisar wanita.

SANAA - Setelah diprotes warga dan jatuh 12 korban jiwa dalam demonstrasi menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Yaman akhirnya mengalah dan akan menurunkan harga BBM. Sumber-sumber pemerintahan mengatakan, kabinet menurut rencana akan mengumumkan penurunan harga itu saat sidang mingguan kabinet.

MANILA - Krisis politik di Filipina diramalkan bakal terus bergolak selama berbulan-bulan ke depan. Ini akibat pengajuan mosi impeachment terhadap Presiden Gloria Macapagal Arroyo. Perdebatan kasus impeachment di tingkat Komisi Peradilan, serta makin kuatnya penentangan terhadap rencana reformasi Arroyo makin menambah panjang keruwetan politik di negeri itu.

 

BEIJING - Amerika Serikat Selasa kemarin menyatakan pihaknya mengakui Korea Utara sebagai suatu negara yang berdaulat. AS juga menyatakan siap memusatkan perhatian pada keamanan Pyongyang, dengan syarat Korut menghapuskan seluruh program nuklir. Di sisi lain, Korut menyatakan bersedia menghapuskan program nuklirnya.

DUBAI - Bertambah lagi kelompok militan yang mengaku sebagai pelaku peledakan bom di Sharm el-Sheikh, Mesir. Kelompok Tauhid di Mesir menyatakan diri sebagai pelaku pengeboman yang menewaskan 88 orang itu. Pengakuan itu disiarkan melalui situs internet yang sering digunakan Al Qaedah di Irak.

BEIJING - Penyakit misterius yang menewaskan 19 orang di Provinsi Sichuan, China baratdaya, diduga disebabkan oleh bakteri yang biasa menjangkiti babi. Hal itu diungkapkan oleh Departemen Kesehatan China, Selasa kemarin, setelah ada hasil uji laboratorium.

SYDNEY - Masih terjadi juga di Australia, tindakan disipliner yang kelewat batas. Siswa-siswa di sebuah sekolah di Wollongong diplester mulutnya oleh guru mereka gara-gara ribut di kelas. Masalah itu kini sedang diusut kepolisian setempat.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA