| Rabu, 27 Juli 2005 | PANTURA |
Lagi, 1.556 Ha Padi Diserang WerengKAJEN - Hanya dalam sepekan, serangan wereng cokelat di Kabupaten Pekalongan meningkat drastis. Luas tanaman padi yang rusak akibat hama itu kini 1.556 hektare. Serangan hama wereng coklate sepekan lalu, menurut data Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) baru 100-an ha. Namun, kini sudah meningkat sepuluh kali lipat lebih. Daerah terparah yang mengalami serangan hama itu adalah Kecamatan Bojong dengan luas 606 ha. Disusul Sragi dan Tirto masing-masing 166 ha dan 142 ha. Petani yang ditemui Suara Merdeka mengkhawatirkan serangan wereng coklat yang demikian cepat. Bila sehari saja tidak ditangani maka wereng bisa berkembang sangat cepat dan akhirnya merusak tanaman. "Terlambat sehari saja, padi yang mengering sudah demikian luas," ucap Sugiyanto (45), petani Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi sambil menunjukkan hamparan padi yang mengering akibat serangan wereng. Terkait dengan serangan wereng yang semakin mengganas, Dispertanak menggelar penyemprotan massal ke beberapa tempat. Selasa kemarin, digelar penyemprotan massal di Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi. Belasan petani sejak pukul 07.30 sudah berada di tengah sawah. Dengan berjajar mereka menyemprotan ke tanaman padi yang diserang wereng Kepala Dispertanak dokter hewan Djarot Rusmanto mengemukakan, untuk program penyemprotan massal pihaknya menyiapkan bantuan sedikitnya 600 kg pestisida. Selain bantuan dari Pemkab, dari pihak formulator atau penjual pestisida juga memberikan bantuan kepada petani untuk memberantas serangan hama itu. Serangan hama khususnya wereng pada musim tanam kali ini, menurut pandangan Djarot, memang termasuk parah dan hampir merata di berbagai daerah khususnya di Jawa. Hal itu diduga akibat perubahan musim pada masa tanam kali ini. "Hujan yang turun lebih cepat membuat tanaman padi jadi lembab hingga wereng tumbuh pesat," katanya seusai mengawasi penyemprotan massal di Kalijambe. Pola tanam Selain perubahan musim, pola tanam yang dilakukan petani juga diduga menjadi sebab serangan hama wereng. Sebagian besar petani menggunakan pola tanam padi-padi-padi. Padahal, seharusnya diselingi palawija untuk memutus mata rantai makanan hama dan mengistirahatkan tanaman. Penyemprotan yang tidak tuntas dan penggunaan varietas yang lemah terhadap hama juga diduga juga menjadi penyebab banyaknya serangan hama. "Penyemprotan yang tidak tuntas dapat menyebabkan mutasi wereng yang kebal dengan pestisida. Sementara itu, varietas bukan unggulan bisa menularkan hama," ungkapnya. Selain wereng cokelat, tanaman padi di Kabupaten Pekalongan juga diserang dengan penggerek batang dan tikus. Penggerek batang menyerang 133 ha tanaman padi sedangkan tikus menghabisi 337 ha.(G16-17j) |