| Rabu, 27 Juli 2005 | PANTURA |
Pengembangan Pelabuhan Butuh Dana Rp 193 MiliarBATANG - Meski status Pelabuhan Batang merupakan pelabuhan niaga, belum diusahakan secara optimal dan kini masih difungsikan sebagai pelabuhan pendaratan ikan (PPI). Pengembangan pelabuhan yang mendesak saat ini adalah perpanjangan pier penahan gelombang sepanjang 300 meter yang diperkirakan menelan biaya Rp 18.000.000. Sementara itu, pembuatan dermaga baru dengan reklamasi seluas 20 ha membutuhkan dana Rp 193,6 miliar. "Rencana pengembangan Pelabuhan Batang berkat dorongan pengusaha tekstil untuk mengefisienkan bahan bakar minyak (BBM) dengan batu bara. Karena statusnya pelabuhan niaga, bisa digunakan sebagai dermaga untuk menurunkan bahan bakar itu sebagai pengganti BBM," papar Bupati Bambang Bintoro SE di hadapan anggota Komisi V DPR RI, kemarin. Pelabuhan Batang juga berfungsi sebagai pendukung utama Pelabuhan Niaga Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Tegal. Di samping sebagai pelabuhan, juga tempat pengiriman barang-barang kebutuhan industri dan sarana transportasi. "Saat ini sudah ada beberapa pengusaha di bidang pelayaran yang berminat membuka rute Kalimantan-Batang, antara lain PT Adiguna Shipping dan PT Pelra Taman Sari." Rombongan Komisi V yang dipimpin Wakil Ketua Ir H Erman Suparno MBA MBE merespons rencana pengembangan pelabuhan itu. "Kami senang karena anggota Komisi V merespons rencana pembangunan ke depan Pelabuhan Batang. Mudah-mudahan, segera ditindaklanjuti dengan kucuran dana," harap Bupati seusai melepas rombongan. Namun, kunjungan rombongan anggota Komisi V DPR RI itu menyisakan kesan yang kurang baik bagi komunitas nelayan setempat. Pasalnya, rombongan diagendakan meninjau pelabuhan. Dan, di sana sudah menanti para nelayan serta sejumlah pejabat. Bahkan Camat Hernanto SSos, Lurah Karangasem Utara Supardi SH MSi, Kades Klidanglor Karbukti bersama pengurus HNSI sudah menunggu sejak pukul 09.00. Namun, pukul 13.30 ketika audiensi dengan Bupati Bambang Bintoro berakhir, para wakil rakyat itu menunju ke Pekalongan. "Padahal yang mulia para anggota DPR RI itu akan kami ajak untuk melihat mutiara terpendam, yaitu Pelabuhan Batang. jika mereka mau membantu pengucuran dana dari Pemerintah Pusat, tentu Pelabuhan Batang bisa menjadi kemilau seperti pelabuhan lain yang sudah dibangun sebelumnya," ungkap seorang nelayan yang enggan disebut namanya. (ar-50j) |