| Rabu, 27 Juli 2005 | PANTURA |
Nelayan Minta Bak Penampung Oli BekasTEGAL - Sejumlah nelayan Kota Tegal merasa risau dengan kondisi pencemaran pantai yang telah melebihi ambang batas. Kendati demikian, mereka mempertanyakan faktor penyebab utama yang selalu dialamatkan kepada aktivitas pelabuhan dan perkapalan. Karena itu, mereka minta tindakan konkret dari berbagai pihak untuk meminimalkan pencemaran tersebut. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumito mengusulkan, penanganan limbah perlu terpadu pada tiap-tiap wilayah. Sebab, terjadinya pencemaran tidak sekadar di muara saja tetapi juga berasal dari hulu. Menurut dia, tindakan konkret yang bisa dilakukan adalah menyediakan bak penampung oli bekas di sekitar pelabuhan. "Selain itu, perlu ada pemantauan daerah hulu. Saya kira persentase pencemaran dari oli bekas kapal tidak terlalu besar. Apalagi, nelayan juga memanfaatkan kembali oli bekas tersebut dan laku dijual," ungkapnya dalam kegiatan sosialisasi pencemaran air laut yang selenggarakan Kantor Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Pedalda) di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, kemarin. Pada kesempatan itu, seorang nelayan, Sunarso (45), mempertanyakan faktor penyebab utama pencemaran berasal dari sektor perkapalan dan pelabuhan. (G12-17j) |