| Rabu, 27 Juli 2005 | PANTURA |
Pantura Perketat Lalu Lintas TernakKendaraan Pengangkut Ternak DisemprotBREBES - Untuk mengantisipasi berkembangnya penyakit flu burung di Jateng, saat ini Dinas Peternakan memperketat lalu lintas ternak di jalur pantura, tepatnya di Kabupaten Brebes. Setiap kendaraan ternak yang melintas di jalur itu pada malam hari, petugas pos pemeriksaan lalu lintas ternak di Kecamatan Tanjung akan menghentikannya. Selanjutnya, petugas jaga akan menyemprot kendaraan tersebut. Menurut salah seorang petugas pos, Samidi, bukan kendaraan ternak unggas saja yang disemprot. Semua kendaraan ternak yang melintas di jalur pantura misalnya yang mengangkut kambing, babi, dan sapi, juga akan disterilkan dengan menggunakan cairan desinvektan. Diharapkan setelah dilakukan penyemprotan, kendaraan angkutan ternak terbebas dari kuman penyakit. Dia juga mengatakan, lama penyemprotan bergantung pada besar kecilnya kendaraan yang akan disterilkan. Jika berukuran besar penyemprotan paling lama dilakukan sekitar 10 menit, tapi apabila kendaraan berukuran sedang seperti mobil boks, penyemprotan tidak memerlukan waktu lama, yakni kurang dari lima menit. "Yang kami semprot terutama bagian luar kendaraan, karena diperkirakan kuman akan menempel di bagian tersebut," ujar dia. Penurunan Tajam Soal arus lalu lintas ternak setelah tersebarnya wabah flu burung menurut Samidi mengalami penurunan cukup tajam. Sebelumnya banyak sekali kendaraan ternak dari arah Jateng menuju Jakarta melintas di jalur pantura. Biasanya sekitar pukul 19.00, puluhan kendaraan sudah sampai di posko pemeriksaan. Namun setelah kabar mengenai penyakit ini ramai dibicarakan, pengiriman hewan ternak cenderung berkurang, khususnya ternak unggas. "Dulu, sebelum ada kabar flu burung, lebih dari 30 kendaraan berhenti di pos pemeriksaan dan pada pukul tujuh malam sudah sampai di sini (posko pemeriksaan). Sekarang hanya 10-15 kendaraan yang lewat dan datangnya pun melebihi waktu biasanya," ujar dia. (H4-19n) |