| Rabu, 27 Juli 2005 | PANTURA |
Isu Blokade Jalan Tak Terbukti
TEGAL - Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) yang menolak ikut serta dalam kegiatan kunjungan kerja ke Batam, kemarin tetap masuk ke kantor. Kendati tidak ada agenda kegiatan resmi, mereka mengaku siap untuk menampung aspirasi atau pengaduan dari masyarakat sesuai dengan bidang komisi masing-masing. Menurut keterangan Ketua FPG Sodik Gagang, enam anggota fraksinya tetap menjalankan aktivitas rutin. "Kami tetap masuk kerja. Sudah menjadi komitmen bersama jika ada anggota masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi atau pengaduan, kami siap untuk menampung," paparnya. Dia mengemukakan, enam anggota FPG secara kebetulan juga masuk ke empat Komisi. Mereka adalah Stella Amelina dan Wasmad Edi Susilo di Komisi A, Mamang Abdurrahman (Komisi B), Siti Rohmah (Komisi D), dan Sodik Gagang (Komisi C). "Karena itu, kami siap menampung aspirasi apa pun yang akan diajukan masyarakat," ujarnya. Sementara itu, aktivitas di gedung DPRD Jalan Pemuda itu relatif lengang. Tiga ruang fraksi, yaitu FPDI-P, FKB, FAndhika, dan empat ruang komisi dalam keadaan kosong. Kesibukan hanya terlihat di ruang Sekretariat DPRD. Isu Blokade Proses pemberangkatan rombongan kunjungan ke Batam yang dilakukan 21 anggota DPRD yang diikuti 10 pejabat Pemkot, Senin malam lalu sekitar pukul 22.00 diwarnai isu pemblokadean. Tak pelak, rombongan yang diberangkatkan dari halaman Gedung DPRD itu mendapat pengawalan dari aparat Polresta Tegal. Berdasarkan isu yang berkembang, setelah Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP) termasuk para mahasiswa dan ketua LSM memberi "kado" tikus dan bunga bagi para anggota DPRD yang tidak ikut kunjungan, mencuat ancaman sekelompok elemen masyarakat akan memblokade jalan. Kendati demikian, hingga batas waktu pemberangkatan rombongan ancaman tersebut tidak terbukti. Dengan pengawalan aparat Polresta Tegal, rombongan berangkat dengan lancar. Malam itu, polisi juga disiagakan di halaman gedung DPRD.(G12-17j) |