logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 27 Juli 2005 OLAHRAGA
Line

PBSI Kirim 10 Pemain ke Anaheim

JAKARTA - Sepuluh pemain dipastikan akan berangkat ke Anaheim, Amerika Serikat, untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2005. Event ini akan berlangsung pada 15-21 Agustus mendatang. Ketua Umum PB PBSI Sutiyoso kemarin telah memutuskan nama para pemain yang ikut ke event bintang tujuh tersebut. Hal ini berarti terjadi pengurangan kuota setengah dari yang telah ditentukan IBF untuk para pemain Indonesia yang boleh ke Anaheim dengan jumlah mencapai 20 orang.

Menurut Sekjen PB PBSI MF Siregar, pengiriman para atlet itu berdasarkan target yang dibebankan kepada masing-masing pemain. Jika tidak bisa menembus semifinal maka tidak dikirimkan ke event bergengsi itu.

''Binpres dan pelatih pelatnas sudah membuat kriteria untuk masing-masing pemain. Dan hanya 10 orang itu yang memenuhi kriteria,'' ujarnya kepada wartawan di Sekretariat PB PBSI, lantai III Wisma Karsa, Senayan.

Di kejuaraan dunia nanti pemain putri harus absen, baik sektor tunggal dan ganda. Selain itu, satu pasangan ganda campuran tidak jadi diberangkatkan.

Selain target oriented, kendala PBSI mengirimkan para duta bangsa itu adalah masalah klasik yaitu dana yang terbatas. ''Modal untuk ke AS sangat besar. Jadi harus disesuaikan dengan dana yang dimiliki oleh PB PBSI,'' tukasnya.

Kalau masalah dana yang menjadi alasan, ini sangat ironis. Sebab, mulai 10-17 Juli lalu PB PBSI melakukan serangkaian kegiatan yang mengeluarkan dana tidak sedikit. Mulai dari pemecahan rekor Badminton on Street, Asian Junior Badminton Championships 2005, Annual General Meeting ABC( asosiasi bulu tangkis Asia) dan terakhir adalah duel legenda mantan pemain bulu tangkis dunia. Diperkirakan biaya kegiatan ini mencapai sekitar Rp 10 miliar. Ini sangat jauh beda jika dibandingkan untuk pengiriman para atlet, total pengiriman tidak akan mencapai Rp 1 miliar. Bahkan jika 20 pemain diberangkatkan hanya perlu dana Rp 475 juta. Perinciannya tiket pulang pergi pesawat untuk tiap orang

1.300 dolar AS, kemudian biaya akomodasi sekitar 1.200 dolar AS. Maka tiap pemain membutuhkan dana 2.500 dolar AS. Jadi total pengiriman 20 atlet membutuhkan biaya 50 ribu dolar AS atau sekitar Rp 475 juta (USD 1= Rp 9.500).

Banyak pihak menyesalkan keputusan PB PBSI ini. Misalnya dari kubu Jatim melalui Jacob Rusdiyanto yang orang pertama di PB PBSI Jatim. ''China dan Korsel berani mengirimkan pemain mudanya ke event bergengsi. Ini menyebabkan pemainnya lebih matang,'' tandasnya. (D3-28v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA