| Rabu, 27 Juli 2005 | OLAHRAGA |
Kejurnas Atletik Ajang EvaluasiSEMARANG - Kejurnas atletik yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini, menempatkan Jateng pada posisi kelima dengan perolehan medali empat emas, sembilan perak dan dua perunggu. Empat emas itu diperoleh Dwi Ratnawati (lempar cakram putri), M Nanang (lompat tinggi putra), Kanan (tolak peluru putra), dan Trianingsih (lari 3000 km putri). Namun hasil itu tidak membuat Pengda PASI Jateng terlalu kecewa karena kejurnas tersebut tidak bisa dijadikan tolok ukur. Daerah-daerah seperti DKI dan Papua merupakan kejutan yang sebelumnya tidak diperkirakan. Yang lebih penting kejurnas tersebut sebagai bahan evaluasi bagi atlet-atlet Jateng untuk dipersiapkan pada PON mendatang. "Anak-anak kurang persiapan karena mereka sedang menjalani program awal pelatda jangka panjang (PJP). Jateng pun tidak komplit dalam mengikuti nomor yang diperlombakan dalam kejurnas dan kebetulan nomor-nomor andalan Jateng juga tidak diperlombakan, salah satunya marathon," kata Hussein Efendi, sekretaris umum Pengda PASI Jateng, kemarin. Dikatakannya, yang lebih penting ajang tersebut sebagai wahana evaluasi bagi atlet-atlet yang saat ini masuk PJP. Pengda PASI, sesuai dengan kesepakatan anggotanya, akan menerapkan promosi dan degradasi bagi atlet yang kini masuk PJP. Jadi, menurutnya, bagi atlet yang tidak mengalami perkembangan dalam latihan akan digantikan oleh atlet baru yang menunjukkan prestasi. Semua itu dilakukan demi kemajuan dalam mencapai prestasi. "Tidak ada rekayasa dalam menentukan masuk dan keluarnya atlet PJP, semua ditentukan atas prestasi di lapangan," imbuhnya. (knd-28v) |