| Rabu, 27 Juli 2005 | OLAHRAGA |
Keeltjes Waspadai Abanda HermanJEPARA- Pelatih Persijap Jepara Rudy William Keeltjes mengaku tak menghadapi masalah dalam menyiapkan strategi menghadapi PSM, salah satu tim favorit juara, sore ini di Stadion Kamal Djunaidi Jepara. ''Saya tak ada persoalan soal teknik dan taktik. Saya hanya risau saat anak-anak tak bisa cetak gol kemenangan. Mudah-mudahan tak terjadi kebuntuan,'' katanya. Dia akan memasang Jemi Suparno dan Niane Mamadou sebagai ujung tombak. Mengusung semangat untuk menyelamatkan diri dari ancaman degradasi, mantan pemain timnas ini akan menugaskan Evaldo dan Mamadou untuk mewaspadai Abanda Herman dan Moreno. ''Mereka sama tinggi posturnya. Mamadou harus turun saat Abanda naik memanfaatkan bola-bola mati,'' jelasnya. Sampai kemarin, Eva yang luka lutut kirinya ketika berbenturan dengan kapten Persela Kleber dos Santos, menyatakan siap turun pada pertandingan sore ini. Saya akan senang bisa bertemu PSM lagi,''Evaldo. Tak Berimbang Jika dianalisis sumber kekuatan kedua tim, memang nampak kekuatan tak berimbang. PSM pada putaran kedua ditangani pelatih baru asal Belanda, Fritz Korbach. Dia menggantikan M Basri. Polesannya menunjukkan hasil. PSM yang pada akhir putaran pertama sempat melorot ke papan tengah, sekarang sudah menjadi penguasa Wilayah II. Namun, ada satu catatan bagi Persijap yang tak boleh dilupakan. Tim asuhan Rudy William Keeltjes terkadang mampu tampil ngedan saat berhadapan dengan tim besar. Contoh terakhir, terhentinya langkah PSIS di ajang Copa Dji Sam Soe. Pada pertemuan pertama anak-anak Semarang kalah 1-2 di Jepara. Tim asuhan Bambang Nurdiansyah itu kalah lagi dengan skor 2-3 pada saat bermain di depan pendukung sendiri di Stadion Jatidiri Semarang.(H15,kar-22) |