logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 27 Juli 2005 OLAHRAGA
Line

Dalam Situasi Sulit Suporter Janjikan Bonus

JEPARA-Nasib Persijap pada penghujung Kompetisi Liga Djarum Indonesia XI 200, mengundang keprihatinan publik bola ''Kota Ukir'' Jepara. Jika ''saudara tua'' PSIS sedang bergulat mempertahankan posisi sebagai tim papan atas Wilayah I, anak-anak Jepara justru bertarung untuk lolos dari jurang degradasi di Wilayah II.

Berbagai upaya telah dan akan dilakukan oleh elemen bola Jepara untuk menyelamatkan tim kesayangannya. Mereka tidak mau bayangan pahit, Persijap hanya ''mampir ngombe'' di Divisi Utama pada KLI VII 2001 akan terulang.

''Apa pun harus kami lakukan untuk menyelamatkan Persijap,'' cetus Ketua Umum Jetman H Ahmad Safiq, tadi malam.

Selain memberikan dukungan di lapangan, suporter akan menggalang dana dari kalangan pengusaha untuk memberikan bonus khusus kepada pemain. ''Kami sudah siap menggalang dana untuk bonus khusus, asal Persijap selamat dari degradasi.''

Khusus untuk pertandingan melawan PSM, Safiq akan melakukan ''ritual khusus''. Setelah pertandingan, dia tidak langsung pulang,melainkan langsung ke tempat tukang cukur. ''Besok sore (Rabu sore ini-red), saya akan langsung cukur gundul begitu Persijap memang melawan PSM. Anggap saja itu untuk membuang sial,'' imbuhnya.

Sokongan moral untuk perjuangan pemain di lapangan, dikemukakan langsung Ketua Umum Persijap yang juga Bupati Jepara H Hendro Martojo. Tadi malam, Hendro mengundang pemain, pelatih, tim manajer dan pengurus makan malam di RM Pondok Roso.

Hendro pun kembali menegaskan, kemenangan adalah harga mutlak bagi persijap sore ini. Sebab, kemenangan atas pimpinan wilayah timur itu akan semakin meningkatkan moral juang bagi pertandingan selanjutnya.

''Coba sekali lagi terapkan permainan yang bagus seperti saat bertemu PSIS. Jika dengan PSIS bisa, kenapa yang lain tidak?,'' tukas Hendro dalam wejangan singkatnya tadi malam.

Berbeda

Nasib PSIS dan Persijap, dua tim Divisi Utama Jawa Tengah, memang berbeda. Pada awal kompetisi, Persijap sempat bertengger beberapa pekan sebagai pimpinan klasemen. Lambat tapi pasti, posisi itu terus merosot, bersamaan ''rekor'' paling besar mencetak hasil seri.

Total mencapai 9 kali, enam di antaranya diperoleh dalam pertandingan kandang. Pada putaran pertama, jatah 6 kali partai kandang hanya 2 yang dimenangkan, sisanya seri. Beruntung pada pertandingan tandang dapat mencetak 1 kemenangan, dan 3 kali seri.

Putaran kedua, hasilnya lebih mengenaskan. Dari 3 kali partai kandang, baru sekali menang, dua sisanya seri. Terakhir melawan Persela Lamongan Sabtu (23/7) lalu. Padahal, empat pertandingan tandang semuanya berakhir dengan kekalahan.

Melawan pimpinan klasemen sementara Wilayah Timur, PSM Makassar, Rabu sore ini, menyisakan teka-teki rumit. Akankah Ebanda Ebanda Timothee dkk kembali menangguk hasil seri? (kar,H15-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA