| Rabu, 27 Juli 2005 | OLAHRAGA |
''Semoga Papan Skor Itu Memihak Kami''JEPARA-Pelatih PSM Makassar Fritz Korbach tak mau sesumbar menghadapi Persijap Jepara pada pertandingan Liga Djarum Indonesia 2005 di Stadion Kamal Djunaidi, sore ini. Saat memantapkan timnya dalam sesi latihan di Stadion Kamal Djunaidi kemarin pagi, pemain timnas Belanda pada era 1960-an ini beranggapan tuan rumah bisa menjadi sandungan untuk mewujudkan ambisinya. ''Saya tak tahu kekuatan mereka. Tapi saya pikir tim-tim papan bawah -dengan motivasinya-bisa menjadi sandungan,'' kata pelatih kelahiran Jerman yang membidik partai lawan Persijap sebagai rangkaian ambisinya untuk mempertahankan posisi puncak klasemen Wilayah II. Pelatih berusia 60 tahun yang memulai karier kepelatihan pada 1971 ini menangani tim Juku Eja pada putaran kedua, menggantikan M Basri yang mengundurkan diri. Ia belum berada di Makassar ketika Laskar Kalinyamat bertandang ke Stadion Mattoangin 13 April lalu. Dalam pertandingan putaran pertama itu Ponaryo Astaman dkk menang 2-0. Pelatih yang suka memuji para pemainnya ini enggan bicara banyak soal calon lawannya. Dia hanya ingin menang. ''Saya tak berpikir apa-apa pada match besok (sore ini), selain papan skor itu berpihak ke tim kami,'' katanya sambil menunjuk papan skor di tribune Stadion Kamal Djunaidi. Terbaik Korbach akan menurunkan skuad terbaiknya -minus Ritham Madubun yang terkena kartu merah saat melawan Pelita KS dan bek sayap asal Uruguay Ronald Fagundez yang cedera- di Stadion Kamal Djunaidi. Di depan ia menurunkan striker tajam asal Paraguay Osvaldo Moreno yang selama musim ini telah mengoleksi 9 gol, yang menjadi tandem legiun Brasil, Junior Lima yang baru diboyong dari Arema Malang pada putaran dua lalu. Moreno, pemain berusia 27 tahun yang dibayar USD 4.700 perbulan oleh PSM memiliki taktik matang dalam penyelesaian akhir, terutama bola atas. Sementara Lima masyhur dengan ketenangannya di kotak penalti. Di lini tengah pemain timnas sekaligus kapten tim Ponaryo Astaman, ditemani Khair Rifo, dan Edi Musriza akan menjadi dirigen dan pembagi bola yang akan memanjakan kedua penyerang tersebut. Edi Musriza kemungkinan akan bergantian dengan Syamsul Chaerudin yang masih lelah usai membela timnas U-23 di Singapura. Dua winger, Uci Sanusi (kiri) dan Irsyad Aras (kanan) akan memberikan umpan-umpan silang berbahaya. Libero asal Kamerun, Abanda Herman dengan posturnya yang tinggi kekar, dilapis Fernando dan Adriansyah berpotensi mengulang kecemerlangannya, mempersulit laju striker Jemi Suparno. Di bawah mistar, Hengki Oba akan dipercaya menggantikan Syamsidar yang belum fit. Abanda sangat berbahaya saat menyambut tendangan sudut dengan headingnya. Dua gol telah ia koleksi dengan cara ini.(H15,kar-22) |