| Rabu, 27 Juli 2005 | OLAHRAGA |
Kenya Kecewa Hukuman FIFANAIROBI- Asosiasi Sepakbola Kenya (KFF) dan para pendukung tim nasional menunjukkan reaksi marah, Selasa (26/7) kemarin akibat denda yang dijatuhkan FIFA serta perintah untuk bertanding tanpa penonton dalam babak penyisihan Piala Dunia 2006. Kenya harus menerima hukuman tersebut setelah terjadi kerusuhan yang mengakibatkan tewasnya seorang pendukung dalam pertandingan mereka sebelumnya. "Itu tidak fair. Bagaimana bisa mereka menghukum kami bahkan masih menambahnya dengan denda?" kata Sekjen KFF, Titus Kasuve. "Ada situasi yang lebih buruk dalam bagian lain di dunia ini dan kami tidak pernah mendengar keputusan seperti itu. Ini artinya mereka memberi keuntungan kepada lawan kami," tambah pelatih timnas Mohammed Kheri. Dalam pertandingan melawan Maroko 18 Juni lalu, penonton yang memaksa memasuki stadion sebelum pertandingan telah menyebabkan tewasnya seorang pendukung berusia 15 tahun dan mencederai 15 pendukung lainnya. Komite Disiplin FIFA, Senin lalu memerintahkan Kenya untuk memainkan pertandingan mereka pada 4 September melawan Tunisia di stadion tanpa penonton, sekaligus membayar denda 25.000 franc swiss (19.440 dolar AS). Kenya berada di Grup 5 Afrika, bersama Maroko yang memimpin grup dengan 15 angka, Tunisia (14), Kenya (12), Guinea (11), Botswana (6) dan Malawi (3). Jika hukuman satu kali bertanding tanpa penonton itu tidak dianulir oleh FIFA, maka Tunisia -yang akan mereka jamu pada 2 September- tentu akan memetik keuntungan besar. Maklum, Tunisia, yang di Piala Dunia 2002 lalu membuat kejutan dengan melaju ke 16 Besar, tak perlu khawatir akan kefanatikan penonton tuan rumah. (rtr,F3-40) |