logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 27 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

Penyemprotan Terkendala Anggaran

TEMANGGUNG - Dalam upaya pencegahan menyebarnya virus flu burung, Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Temanggung akan melaksanakan penyemprotan di pasar-pasar hewan. Namun, penyemprotan itu belum dapat dilaksanakan karena terkendala masalah anggaran.

''Anggaran penyemprotan ini berasal dari APBD tetapi hingga sekarang anggaran tersebut belum cair. Jika belum cair, kita belum bisa melaksanakan penyemprotan,'' ujar Ir Masrikh Amin Zudi MM, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian kepada Suara Merdeka, Selasa kemarin.

Menurut keterangannya, karena pentingnya pencegahan melalui penyemprotan ini pihaknya telah mengirim nota dinas kepada Wabup sebagai pelaksana pemerintahan mengenai masalah penyediaan anggaran tersebut. Dinas Pertanian,khususnya Bidang Peternakan, saat ini tidak ada dana yang dapat dialokasikan untuk penyemprotan.

Sementara itu melalui anggaran APBN, 1.500.000 dosis vaksin telah disiapkan untuk mencegah berjangkitnya flu burung di tiap kecamatan. Stok tersebut masih bisa ditambah lagi sesuai dengan kebutuhan. Vaksin ini, lanjut Masrikh Amin, diberikan secara gratis kepada warga peternak unggas yang membutuhkan.

Sosialisasi juga dilakukan dengan menyebarkan brosur kepada masyarakat. Brosur tersebut berisi penjelasan tentang penyakit flu burung ataupun dampak penyebarannya kepada manusia sehingga mereka dapat mengantisipasinya.

Tidak Berbahaya

''Penyebaran virus ini sebetulnya melalui udara sehingga daging unggas yang terkena flu burung jika dimasak dengan matang, dalam arti dengan suhu yang dapat mematikan virus, daging itu tidaklah berbahaya,'' ungkap Masrikh Amin.

Sosialisasi dengan penyuluhan kepada masyarakat telah pula dilaksanakan. Penyuluhan ini sifatnya penyegaran karena telah setiap tahun dilakukan.

Sementara itu, penyuluhan di desa atau kecamatan dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Pertanian (UPTP). Selain itu, sosialisasi juga dilaksanakan di rumah potong hewan (RPH) yang berada di pasar-pasar.

Menurut keterangan Esti Dwi Utami, Kepala Seksi Usaha Tani dan Produksi Bidang Peternakan, hingga kemarin belum ada laporan adanya flu burung di Temanggung. Beberapa waktu sebelumnya, pihaknya sudah mengambil sampel daging dari beberapa pasar di Temanggung untuk diteliti di laboratorium.

Namun, dari hasil uji sampel daging tersebut tidak menunjukkan adanya tanda-tanda terkena virus flu burung.

Sebagai informasi, pada 2004 di Kecamatan Kaloran, Temanggung pernah berjangkit wabah flu burung yang mematikan 5.000-an ekor ayam.(hsf-39j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA