| Rabu, 27 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Flu Burung Positif Masuk KulonprogoKULONPROGO - Warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, akhir-akhir ini resah setelah sejumlah ayam peliharaannya mati tidak jelas. Kematian ayam tersebut diduga keras terkena virus Avian influenza (AI) atau lebih dikenal dengan sebutan flu burung. Kepala Subdinas (Kasubdin) Kehewanan Dinas Pertanian dan Kelautan Kabupaten Kulonprogo, Budiani Sri Wahyuni, yang dihubungi Jumat lalu mengemukakan bahwa dugaan warga itu cukup beralasan. Budiani yang didampingi Kasi Kesehatan Hewan, Endang Purwaningrum Titi Lestari, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah meneliti di daerah tersebut dan ternyata salah satu ayam yang menjadi sampel penelitian menunjukkan positif terkena flu burung. ''Penelitian terhadap sampel itu dilakukan oleh Balai Penelitian Penyakit Veteriner (BPPV),'' ungkapnya. Menurut keterangan Budiani, pengiriman sampel itu dilakukan setelah sebelumnya mendapat laporan dari masyarakat. Laporan itu menyebutkan, pada Juni banyak ayam kampung milik warga pedukuhan tersebut yang mati. ''Karena itu, kami mengambil sampel dan kemudian mengirim ke BPPV untuk diteliti dan hasilnya positif terkena flu burung,'' ujarnya. Pengamanan Berdasarkan hasil penelitian BPPV, Subdin Kehewanan Diperta dan Laut Kulonprogo sudah melakukan pengamanan dengan memberikan vaksin pada ayam yang sehat. Budiani menyebutkan, selama ini warga memelihara ayam kampung dengan cara dilepas dan bila malam ayam tersebut tidur di atas pohon. Berdasarkan pendataan, ayam kampung yang mati di wilayah Papak berjumlah 38 ekor milik tiga warga, masing-masing milik Sardi 18 ekor, milik Sarmo sepuluh ekor, dan milik Sarji sepuluh ekor. Untuk mengantisipasi meluasnya flu burung, Subdin Kehewanan tahun ini menyediakan vaksin sekitar 500 ribu dosis. Sampai bulan Juni, vaksin yang sudah disalurkan untuk pencegahan penularan penyakit tersebut mencapai 374 ribu dosis. (sgt-39h) |