| Rabu, 27 Juli 2005 | INTERNASIONAL |
Lintas JagatSiswa Berisik, Mulut DiplesterSYDNEY - Masih terjadi juga di Australia, tindakan disipliner yang kelewat batas. Siswa-siswa di sebuah sekolah di Wollongong diplester mulutnya oleh guru mereka gara-gara ribut di kelas. Masalah itu kini sedang diusut kepolisian setempat. Polisi mengatakan, siswa-siswa sebuah sekolah dasar Katolik di Wollongong ketika itu sedang melakukan gladi bersih untuk acara konser. Namanya juga anak-anak, mereka berisik dengan celotehannya. Seorang relawan yang bertugas di sekolah itu memerintahkan anak-anak diam. Karena suara berisik masih saja terdengar, orang itu kemudian mengambil 20 potong selotip besar dan menyuruh anak-anak itu memlester mulut mereka. Orang tua siswa tidak terima dengan perlakuan itu dan melapor ke polisi. Namjun menurut polisi, orang tua siswa tampaknya tidak akan memperpanjang kasus ini. Kantor Pendidikan Katolik Negara Bagian New South Wales juga melakukan pengusutan atas laporan itu. ''Jika insiden ini benar-benar terjadi, memang sungguh-sungguh memprihatinkan,'' kata Menteri Pendidikan New South Wales Carmel Tebbutt. (rtr-gn-25) Rusia Tawarkan Wisata ke Bulan MOSKWA - Asal punya uang, terbang ke bulan bukan lagi angan-angan belaka. Sebuah perusahaan Rusia menawarkan wisata ke bulan dengan harga tiket 100 juta dolar (Rp 960 miliar). Perusahaan Rusia Energiya, yang ikut terlibat dalam proses pembuatan dan penerbangan pesawat antariksa Moskwa, memaparkan rencana paket wisata itu di hadapan Badan Antariksa Federal, Senin lalu. Demikian diberitakan harian Izvestia. Pesawat antariksa wisata itu bisa diluncurkan dari Baikonur di Kazakhstan, dengan roket Soyuz. Wisatawan dapat bertualang selama sepekan di Stasiun Antariksa Internasional dan kemudian terbang berkeliling bulan sebelum pulang ke bumi. Badan Antariksa Rusia sudah pernah mengirimkan dua orang wisatawan ke luar angkasa. Mereka adalah pengusaha AS Dennis Tito dan Mark Shuttleworth dari Afrika Selatan. Tiket untuk penerbangan itu seharga 20 juta dolar.(rtr-gn-25) China Kirim Antariksawati BEIJING - Tidak mau kalah dengan AS, China akan mengirim astronot perempuan. Misi astronot perempuan itu menurut rencana sudah akan terlaksana tidak sampai 2010. Harian setempat memberitakan, program antariksa China bakal segera menyeleksi pilot-pilot, ilmuwan dan teknisi untuk misi antariksawai pertama tahun depan. ''Memang benar, para antariksawati memiliki beberapa keuntungan dari sisi pengalaman terbang dan fisik/. Namun, kami butuh lebih banyak pakar dengan latar belakang kuat di bidang sains dan teknik untuk melakukan eksperimen di luar angksa,'' kata Hu Shixiang, deputi komandan Program Antariksa China. Saat menerima kunjungan tiga astronot perempuan AS di Beijing pekan lalu, Hu mengatakan, sedikitnya empat perempuan China telah terpilih untuk seleksi tahap pertama. Rencana misi perempuan ke luar angkasa ini sudah digagas sejak Oktober 2003. Salah satu calon astronot itu adalah Yuew Li.(rtr-gn-25) |