| Rabu, 27 Juli 2005 | EKONOMI |
Pembeli Eropa Memburu Mebel Rotan-AluminiumSEMARANG-Ketika produksi mebel rotan goyah akibat kebijakan ekspor bahan baku, permintaan ke Indonesia justru mulai mengalir. Pembeli dari Eropa, khususnya Belanda mulai memburu mebel kombinasi rotan-aluminium atau rotan-plastik. ''Peluang baru itu sebenarnya bisa diambil produsen. Sayangnya, sampai saat ini banyak yang belum mampu memenuhi. Prioritas awal memang pada mebel, tetapi permintaan pembeli sekarang mulai meluas ke berbagai produk,'' ujar Dhodit LA Wardhana, Direktur Java Trade House (JTH) di Gedung Java Design Center (JDC) Jalan Imam Bonjol 154-160, kemarin. Permintaan pembeli yang masuk ke JTH saat ini ternyata tidak melulu mebel, namun juga produk agro, seperti buah dan sayur. Bahkan untuk menindaklanjuti permintaan pembeli itu, pihak JTH telah melakukan kunjungan ke lokasi perusahaan yang memproduksi sayur organik di Salatiga. Di sisi lain, anggota JTH saat ini tidak cuma berasal dari Jawa Tengah. Saat Pameran Agro Bisnis di Soropadan Temanggung beberapa waktu lalu, sejumlah perusahaan yang membudidayakan jeruk pontianak menyatakan kesiapan menjadi anggota. ''Saat ini yang sudah mulai mengirimkan sampel ke kantor JTH Belanda, yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX. Selain teh Kaligua yang mulai masuk ke pembeli Belanda, produk lain yang akan menyusul adalah kakao (cokelat), kopi, dan rempah-rempah,'' imbuh dia. Namun, lanjut dia, kendati cita rasa teh Kaligua cukup diminati pembeli, faktor kemasan ternyata mempengaruhi. Pihaknya saat ini telah meminta BUMN perkebunan tersebut untuk mengubah tampilan kemasan menjadi lebih menarik. Dhodit mengatakan, pihak JTH sekarang tengah menerima tawaran untuk memasok produk kelapa sawit dan aluminium foil. Kalau ada yang memiliki, silakan mengirimkan sampel ke kantor JTH, atau menelepon 024-3583577. Pengiriman sampel ke Belanda ini gratis, yang dikenakan biaya hanya pengiriman ke Surabaya,'' jelas dia. (H12-33) |