| Rabu, 27 Juli 2005 | EKONOMI |
Dibangun, Kilang Minyak di JeparaSEMARANG-Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Tengah Utara (Pantura-red) agaknya akan dialihkan ke Jepara. Dalam waktu dekat, sebuah perusahaan kilang minyak akan berdiri di kabupaten itu. Dengan demikian, ada dua kilang minyak besar yang beroperasi di provinsi ini, selain Kilang Cilacap. Bupati Jepara Hendro Martojo mengungkapkan, nilai investasi kilang itu diperkirakan mencapai 2,5 juta dolar AS. Sedangkan investor yang tertarik menanamkan modalnya berasal dari dalam negeri, yakni PT Nusa Ina Panunjul dan PT Lima Karya Mandiri Sejahtera. Lokasi pembangunan kilang rencananya di Blubak Kecamaatan Mlonggo dan Kecamatan Kedung. ''Saat ini kami masih melakukan penjajakan, belum sampai tahap final. Jadi belum bisa dipastikan, kapan mulai pembangunan dan waktu selesainya,'' ujar Hendro usai presentasi Diskusi Panel Penilaian Kabupaten/Kota Pro Investasi 2005 di Gedung Java Design Center (JDC), kemarin. Menurut dia, potensi pertambangan di lepas pantai Jepara cukup prospektif. Potensi debit yang akan diproduksi (dikelola-red) perusahaan itu berkisar 150.000 barel per hari. Dengan jumlah sebanyak itu, kebutuhan BBM untuk daerah Jepara dapat terpenuhi lebih dari cukup. Rencananya, hasil kilang akan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Meski demikian, modal yang akan ditanamkan sepenuhnya berasal dari swasta. Pihak Pemkab, lanjut dia, cuma sebatas memberikan perizinan dan insentif infrastruktur. Belum dijelaskan, pembagian dividen (laba-red) di antara kedua pihak. ''Yang jelas, keuntungan yang akan diterima Pemkab adalah lapangan pekerjaan. Karena perkiraan, investasi ini akan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja di Jepara,'' jelas dia. Selain proyek raksasa itu, investasi besar lain yang akan digarap di kabupaten itu, yakni pembangunan taman wisata alam Sea World. Objek yang akan dibangun tersebut diperkirakan menelan Rp 12 miliar. Pembangunan akan dilakukan tahun 2006 dengan total luas lahan sekitar tiga perempat luas Sea World di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta. Sebagaimana proyek kilang, investor yang menangani objek wisata itu berasal dari dalam negeri. (H12-33) |