logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 27 Juli 2005 EKONOMI
Line

Sragen Paling Pro Investasi

SEMARANG-Setelah melewati ujian dari tim panelis, Kabupaten Sragen akhirnya keluar sebagai juara I dalam Program Penghargaan Pemda Pro-Investasi yang dilakukan Badan Penanaman Modal (BPM) Jawa Tengah tahun 2005.

Kegiatan yang digelar di Auditorium JDC itu menghadirkan panelis Prof Ir Eko Budihardjo MSc, Dr Sugiyanto, Dr Vincent Didik, Ir Solichedi dan Sugiyono SE (BKPM Pusat). Lima bupati/wali kota di Jateng masing-masing Untung Wiyono (Sragen), Hendro Martojo (Jepara), Sukawi Sutarip (Semarang), Probo Yulastoro (Cilacap), dan Suyono (Pjs Sekda Kudus) memaparkan performa investasi 2005 berikut berbagai aspeknya.

Seusai sidang panelis, akhirnya ditetapkan Sragen Juara I, Jepara (II), Semarang (III), Cilacap (IV ) dan Kudus (V). Meski dikategorikan dalam urutan seperti itu, panelis berpendapat perbedaan angka tidak mencolok antara daerah satu dengan lain. ''Kompetitif sekali, sehingga amat sulit menentukan siapa yang paling pro-investasi di Jawa Tengah ini,'' tutur Eko Budihardjo.

Sidang panelis yang dipandu Ir Dodhit LA Wardhana yang berlangsung kemarin, merupakan puncak dari program penilaian pemda pro-investasi yang sudah dilakukan sejak 2 bulan lalu. Diawali dari pembagian kuesioner kepada 35 kota/kabupaten, kemudian diseleksi kelengkapan administratif, diteliti berbagai produk hukum daerah yang berkaitan dengan investasi. Dari seleksi tahap I ini, akhirnya keluar 10 daerah, yakni Sragen, Jepara, Semarang, Cilacap, Kudus, Kota Tegal, Brebes, Purworejo, Klaten dan Boyolali. ''Setelah klarifikasi data dan investigasi ke lapangan, akhirnya diperoleh 5 nominasi. Lima besar itulah yang kemudian dipanelkan untuk sampai pada kesimpulan, mana daerah yang paling pro-investasi,'' kata Ketua Tim Seleksi Penghargaan Pemda Pro Investasi Jawa Tengah 2005, Hendro Basuki.

Penghargaan Pemda Pro Investasi ini dirancang sebagai upaya memotivasi para pengelola pemerintahan di daerah. Lewat penghargaan ini diharapkan pengelola pemerintahan mampu memberikan layanan investasi yang bersandarkan pada efisiensi birokrasi, kecepatan, kepastian berusaha, dan kepastian hukum, di samping faktor keamanan dan kenyamanan. Termasuk bagaimana kabupaten/kota dalam membuat perda-perda, SK bupati yang pro-investasi. Ada tiga indikator penilaian, yakni upaya pemda kota/kabupaten, kinerja dan prospek. Dengan indikator penilaian ini, hasilnya tentu berbeda dengan yang dikeluarkan Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) belum lama berselang.

Keunggulan

Lima daerah itu, dalam pandangan panelis memiliki keunggulan masing-masing, sehingga agak menyulitkan untuk sampai pada penentuan juara. Keunggulan yang dimiliki Sragen terletak pada kemampuan menciptakan efisiensi birokrasi yang diwujudkan dalam pelayanan satu atap yang sangat kompetitif. Jepara, yang tahun lalu tidak masuk 10 besar kini malah keluar sebagai juara II. Keunggulan yang dimiliki Jepara terletak pada brand daerah yang sudah teruji, perda yang pro-investasi, dan komitmen pemda dalam menyiapkan infrastruktur, termasuk kawasan industri Mulyoharjo.

Cilacap meski menempati urutan 4 -naik satu peringkat dibandingkan tahun lalu- sebenarnya memiliki semangat yang luar biasa dalam menarik investasi. Model jemput bola, pembentukan tim fasilitasi dan tim teknis investasi, ternyata menghasilkan lompatan yang besar dalam menggaet investasi. Kelemahannya terletak pada belum memiliki sistem pelayanan investasi yang efisien dan efektif dalam model pelayanan satu atap.

Semarang di urutan III lebih disebabkan faktor upaya yang tidak begitu terlihat jelas sebagai keunggulan. Tetapi Semarang memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk investasi, infrastruktur, bank, pasar yang besar, dan lainnya. Kelemahan di indikator upaya, termasuk belum mampu menciptakan birokrasi yang efisien.

Sedangkan Kudus, meski telah banyak mengalami kemajuan dalam pelayanan investasi, performa keseluruhan masih di bawah empat daerah yang lain. Sidang panel itu dibuka Asisten II Sekda Pemprov Ir Sri Hartati mewakili Wagub Ali Mufiz. Wagub mengatakan, persoalan investasi harus menjadi perhatian setiap daerah. (B19-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA