SUARA MERDEKA
 
INDEKS MURIA Senin, 25 Juli 2005

BLORA- Jumlah alokasi beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Blora ternyata tidak sesuai dengan jumlah masyarakat miskin.

HINGGA saat ini, masyarakat Indonesia masih memiliki kepercayaan yang kuat bahwa pendidikan terhadap anak-anak merupakan tugas dan kewajiban sebuah institusi bernama sekolah.

KUDUS- Kepala Puskesmas Bae, dokter Antonius Heri Purwanto, kepada Suara Merdeka kemarin di ruang kerjanya, mengeluhkan keminiman jumlah tunjangan struktural yang diterimanya sebagai kepala puskesmas. Dia kemudian membandingkan dengan nilai tunjangan fungsional yang diterima oleh tenaga teknis puskesmas.

KUDUS- Merebaknya gizi buruk di beberapa daerah akhir-akhir ini, memosisikan Indonesia kembali ke era pascakemerdekaan.

Periode 1945-1960, kondisi gizi masyarakat mengalami kemunduran. Ketika itu, peperangan menjadi faktor penyebab munculnya gizi buruk. Kini, kondisi yang sama terulang kembali. Lebih mengerucut, kasus kelainan gizi mencuat ketika krisis moneter pada 1998 lalu melanda negeri ini.

PATI- Setelah diketahui ada dua penderita gizi buruk di Pati yang meninggal dunia, kini muncul kepedulian sejumlah pengusaha memberikan bantuan sebagai rasa simpatinya.

PATI- Sutarjo, Ketua Asosiasi Pengusaha Walet Pati (APWP), memprihatinkan mencuatnya isu tentang konsumen sarang burung walet di Hongkong yang meninggal dunia. Sebab sebagian besar produksi sarang burung walet dari Pati diekspor ke bekas koloni Inggris tersebut, selain ke Taiwan dan China.

KUDUS - Bertempat di ruang rapat lantai III Gedung Rektorat Universitas Muria Kudus (UMK) pada Rabu (27/7), akan diselenggarakan pertemuan Forum Komunikasi Fakultas Psikologi (FKFP) se-Jateng. Menurut Kepala Program Studi Fakultas Psikologi UMK, M Widjanarko, pertemuan tersebut akan membahas kemungkinan kerja sama antar fakultas psikologi se-Jateng. (H8-50d)

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA