| Senin, 25 Juli 2005 | SALA |
Wabup Ledek Bupati, gara-gara Dekat dengan RinaKEDEKATAN Bupati Sragen, Untung Wiyono, dengan Bupati Karanganyar, Hj Rina Iriani SR sempat menjadi bahan ledhekan Wakil Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman, dalam goro-goro pentas wayang di Desa Jambean, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Sabtu malam. Saat wayangan, Untung sebagai dalang tiban membawakan peran sebagai Pak Petruk. Dalam adegan goro-goro sebelumnya, Agus diledek oleh Untung karena pernah mengantarkan pesinden cantik seusai pentas wayang. ''Ada saksi yang tahu lho, kalau sampayen ngeterke pesinden,'' tutur Untung sambil tertawa. Agus pun membantah tuduhan itu, bahkan membalas dengan melontarkan pertanyaan. ''Kabarnya, Pak Petruk (Untung) dekat dengan Bu Rina,'' tanya Agus sambil bergurau. Para pengunjung pentas wayang kulit itu pun ger-geran, mendengar ejekan pemimpin mereka di panggung. Mereka menduga-duga tentang tuduhan ''kedekatan'' itu. Tapi, Untung pun tak kalah piawai untuk menjawabnya. ''Iya, memang dekat. Tapi yang kamu maksud dekat itu dekat yang bagaimana, Dik,'' kejar Untung. ''Yo cedhak,'' jawab Agus sekenanya. Lalu Pak Petruk pun protes, ''Sebentar, Dik. Maksudnya apa? Bu Rina kan wis duwe Mas Tony (suaminya), kamu jangan ngaco,'' jawab Pak Petruk, tak mampu menahan tawa. ''Lho, yang saya maksud dekat itu sering koordinasi sesama bupati,'' jawab Agus beralasan. ''O, itu to. Yen kuwi bener, ning caramu takon aja karo ngguyu (O, itu to. Kalau itu memang benar, tapi cara kamu bertanya jangan sambil tertawa),'' tutur Untung. Dikatakan, sebagai bupati yang bertetangga antara Kabupaten Sragen dan Karanganyar, dirinya sering bertemu untuk membicarakan persoalan di daerah. Jadi wajar, kalau kedekatan itu karena urusan dinas. Menghibur Agus mengungkapkan, dia tidak berprasangka buruk. Tapi niatnya hanya ingin menghibur masyarakat Desa Jambean, Sambirejo, yang mendapat pertunjukan wayang kulit gratis dengan dalang Untung Wiyono. Untung pun merasakan, kalau dirinya sering disebut-sebut dekat dengan Rina. Tapi kedekatan itu jangan diartikan lain. ''Kami sering berkoordinasi, membicarakan persoalan daerah, apalagi kabupaten Sragen dan Karanganyar bertetangga,'' kata Untung di atas pentas. Agus Fatchur Rahman lantas mengusulkan, agar sesekali Rina diundang wayangan ke Sragen. Hal itu dimaksud untuk menghibur masyarakat Sragen dan Karanganyar, karena pentas tersebut selalu ditayangkan radio yang siarannya bisa menjangkau kedua wilayah. Di samping itu, juga untuk sosialisasi program-program maupun pesan pembangunan. ''Ya, tanyakan sana, mau nggak diundang wayangan ke Sragen,'' kata Untung yang dijawab Agus dengan senyum. Yang jelas, kerja sama antara dua daerah semakin terwujud. Antara lain bidang pariwisata. Kedua daerah menandatangani kerja sama dengan seluruh kabupaten dan kota di Bali, agar mempromosikan pariwisata di Sragen dan Karanganyar kepada turis yang datang di Bali. ''Kalau ingin membuka potensi pariwisata, ya jelas harus berhubungan dengan Bali. Kita belajar dari mereka, bagaimana mengelola pariwisata dan melayani turis,'' kata Untung.(Anindito, Langgeng W-16a) |