| Senin, 25 Juli 2005 | PANTURA |
11.500 Anak SD Peroleh Makanan TambahanTEGAL - Sebanyak 11.500 murid yang bersekolah di 58 sekolah dasar (SD) di Kota Tegal akan memperoleh Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) 2005. Untuk melaksanakan program ini, Pemkot Tegal menyediakan anggaran Rp 607,2 juta lebih. Sebelum memakan kudapan (makanan kecil), mereka terlebih dahulu diberi obat cacing. ''Biar makanan yang masuk benar-benar menambah gizi, cacing yang mengeram di perut dikeluarkan dulu. Terbukti banyak murid SD yang bersekolah di pinggiran kota, setelah meminum obat, cacing dari perut mereka keluar, bahkan ada yang krowolan,'' ujar Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat (Kapermas) Pemkot Tegal Edi Eriandi SH, kemarin. Pemberian obat cacing dilaksanakan Dinas Kesehatan. Menurut Edi, PMTS-AS sudah dimulai bertepatan dengan awal masuk sekolah (Senin 18/7). Untuk menghindari kemungkinan banyak murid yang bosan dengan jenis kudapan, sewaktu-waktu bisa diganti dengan kue yang lebih cocok. ''Sebab, berdasarkan pengalaman dulu, karena banyak siswa yang sudah bosan dengan kudapan tertentu, makanan itu malah dilempar-lemparkan. Agar peristiwa itu tak terulang, kami selalu mengadakan pemantauan,'' tandasnya. Kudapan Didampingi Kasi Sosial Budaya dan Ketahanan Masyarakat Masminah SPd, Edi Eriandi mengatakan, sebelum PMT-AS dimulai, didahuli dengan penentuan menu kudapan yang dilakukan Dinas P dan K dan Tim Penggerak PKK Kota Tegal. Yang memasak kudapan adalah Tim Penggerak PKK kelurahan. Nilai kudapan Rp 1.000/anak. Pemasak diberi honor tersendiri, Rp 100/anak yang diberikan oleh PMT-AS. Kudapan harus memenuhi standar makanan 300 gram kalori dan lima gram protein. Pihak yang menentukan SD-SD mana saja yang harus mendapatkan kudapan itu adalah Dinas P dan K. Masminah menambahkan, PMT-AS dilaksanakan tiga hari dalam sepekan. Tiap anak akan mendapat kudapan hingga Desember 2005 sebanyak 48 kali. Namun dari berbagai makanan tambahan yang sudah ditentukan jenisnya, kebanyakan adalah pemberian susu. Kalau buah-buah tertentu sedang tidak ada, diambil buah yang saat itu ada. ''Namun buah-buahan yang disajikan itu diusahakan yang disenangi oleh murid. Kalau pisang misalnya, dihindari pemberian pisang kreas yang sudah sering dimakan oleh murid,'' tandasnya. (aj-44n) |