logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 25 Juli 2005 MURIA
Line

Pengusaha Sarang Burung Walet Resah

  • Isu Konsumen di Hong Kong Meninggal

PATI- Sutarjo, Ketua Asosiasi Pengusaha Walet Pati (APWP), memprihatinkan mencuatnya isu tentang konsumen sarang burung walet di Hongkong yang meninggal dunia. Sebab sebagian besar produksi sarang burung walet dari Pati diekspor ke bekas koloni Inggris tersebut, selain ke Taiwan dan China.

''Tersiar isu, seorang konsumen sarang burung walet di Hongkong meninggal dunia. Kami berusaha keras menepis isu yang sangat merugikan anggota APWP, yang berjumlah 150 orang. Jika isu itu direspons pasar Hongkong, bisa saja sewaktu-waktu usaha kami menjadi terpuruk,'' ungkapnya, Sabtu (23/7).

Sutarjo yang didampingi wakil ketua Johan Hermawan dan sekretaris asosiasi Nicholas Sindumarto, menyatakan dampak yang ditimbulkan dari isu tersebut benar-benar sangat memukul dan merugikan anggotanya.

Menurun

Dari sisi harga, penjualan sarang burung walet yang sebelumnya bisa Rp 12 juta/kg-Rp 12,5 juta/kg, menurun drastis tinggal Rp 7 juta/kg-Rp 7,5 juta/kg.

Karena itu, pihaknya mengharap anggota APWP hendaknya tetap mempertahankan harga penjualan berkisar Rp 12 juta/kg. Dengan kata lain, para pengusaha burung walet agar tetap kompak dalam menentukan harga jual.

Dengan demikian, tidak mudah diombang-ambingkan oleh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Jika harga jual sarang burung walet sampai jatuh di pasar internasional, anggota APWP akan mengalami kesulitan dalam membayar pajak sarang burung walet yang telah ditetapkan Kantor Pendapatan Daerah Kabupaten Pati. Yakni, 17% dari hasil produksi kotor setiap panen.

Dia menambahkan, dari 150 anggota APWP, untuk tahun 2004 yang bisa memanen hanya sekitar 90 pengusaha. ''Namun kami masih mampu membayar setoran pajak sarang burung Rp 250 juta, meskipun belum bisa memenuhi target yang diharapkan.'' (ad-50s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA