logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 25 Juli 2005 MURIA
Line

Jumlah Balita Penderita Gizi Buruk Bertambah

  • Balita Peroleh Bantuan Rp 300.000

PATI- Setelah diketahui ada dua penderita gizi buruk di Pati yang meninggal dunia, kini muncul kepedulian sejumlah pengusaha memberikan bantuan sebagai rasa simpatinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, dokter H Sardjana, berterima kasih terhadap semua pihak yang merasa ikut peduli terhadap permasalahan tersebut. Apalagi, kini banyak perusahaan nasional yang memberikan uluran tangannya seperti PT Telkom dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pati.

Alokasi bantuan itu, katanya, diarahkan ke wilayah Kecamatan Wedarijaksa. Sebab, untuk wilayah tersebut terhitung paling banyak terdapat balita penderita gizi buruk dan gizi kurang.

Jika semula hanya 22 anak, sekarang jumlahnya bertambah menjadi 28 orang penderita gizi buruk dan 67 lainnya gizi kurang. Bantuan yang semula diberikan dalam bentuk uang kini diwujudkan berupa susu kadar lemak rendah, vitamin, dan obat cacing.

Dengan bantuan tersebut, untuk sementara bisa memenuhi kebutuhan balita yang bersangkutan. ''Permintaan tambahan dana untuk keperluan itu sebenarnya sudah kami ajukan, tetapi masih menunggu proses pada perubahan ABPD tahun 2005. Maka adanya perhatian dari para pengusaha, dirasakan benar-benar sangat bermanfaat,'' tambahnya.

Rujukan

Menurut Sardjana, setiap balita yang mengalami gizi buruk dibantu Rp 300.000, yang diwujudkan dalam bentuk susu, makanan, dan obat-obatan untuk tiga bulan.

Dengan demikian, tiap bulan balita penderita gizi buruk itu mendapatkan bantuan RP 100.000. Jika semula penderita gizi buruk di Pati 67 anak, 27 di antaranya terdapat di wilayah Kecamatan Jakenan.

Khusus di wilayah kecamatan tersebut, perhatian dan bantuan telah diberikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta Ikatan Bidan Indoensia (IBI). Bantuan yang seharusnya untuk memenuhi perbaikan gizi balita tersebut tiga bulan, kini baru diserahkan untuk kebutuhan satu bulan.

Menjawab pertanyaan, Sardjana menambahkan, untuk bantuan dari Pemprov Jawa Tengah akan dicairkan Agustus mendatang. Bantuan itu sebagai biaya rujukan bila ada balita penderita gizi buruk yang harus dirawat di rumah sakit.

''Besarnya alokasi anggaran untuk keperluan itu, Rp 200 juta. Bukan untuk Kabupaten Pati saja, melainkan untuk 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.''(ad-44s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA