| Senin, 25 Juli 2005 | MURIA |
Neno Warisman Peringati Hari Anak di Rembang'' Pendidikan Menjadi Lahan Subur Mencari Uang''HINGGA saat ini, masyarakat Indonesia masih memiliki kepercayaan yang kuat bahwa pendidikan terhadap anak-anak merupakan tugas dan kewajiban sebuah institusi bernama sekolah. Jika seorang anak belum mengenyam bangku sekolah, masyarakat beranggapan anak tidak berpendidikan. Paradigma masyarakat yang masih mengagungkan institusi sekolah sebagai satu satunya tempat pendidikan anak, mengakibatkan timbulnya komersialisasi yang luar biasa terhadap dunia pendidikan. Hal itu diungkapkan oleh artis dan penceramah Hj Neno Warisman, seusai berbicara dalam seminar memperingati Hari Anak Nasional di Pendapa Kadipaten Rembang. '' Pendidikan menjadi lahan subur untuk mencari uang. Sekolah menerapkan biaya ini dan itu yang ujung-ujungnya adalah pencarian keuntungan'' tuturnya. Masyarakat yang beranggapan pendidikan haruslah dilaksanakan di sekolah, tentu tidak bisa menghindarnya. Hal tersebut, kata Neno, mengakibatkan biaya pendidikan mahal. Dia menuturkan, untuk mengurangi biaya mahal pendidikan bagi anak sebenarnya bisa diupayakan melalui sekolah berbasis masyarakat, yang sudah banyak berdiri di berbagai tempat di Indonesia. Sekolah berbasis masyarakat itu, menurut Neno, tidak memerlukan ruang kelas seperti yang ada di sekolah konvensional. ''Ruang kelasnya bisa di mana saja. Di masjid, di pinggir sawah atau di rumah penduduk. Dengan demikian orang tua tidak perlu dibebani dengan biaya uang gedung, uang bangku, dan segala biaya yang membuat pendidikan menjadi mahal.'' Mengenai kualitas sekolah berbasis masyarakat nantinya akan dipertanyakan, Neno menyatakan sejauh ini sekolah semacam itu bisa memunculkan anak-anak berprestasi cukup tinggi. Hanya, Neno mengakui, untuk mengubah paradigma pendidikan bagi anak-anak di kalangan masyarakat bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, meskipun tidak juga menjadi suatu hal yang mustahil. ''Yang paling mendesak harus dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran dalam diri orang tua bahwa pendidikan anak-anak itu merupakan tugas dari orang tua dan bukan tugas dari sekolah'' tegasnya. Jika orang tua sudah memiliki kesadaran seperti itu dan mendidik anak mereka sendiri dengan baik, sekolah di mana pun tempatnya tidak akan lagi menjadi masalah. (moe-44s) |