logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 25 Juli 2005 MURIA
Line

Alokasi Beras Tak Sesuai Data Keluarga Miskin

  • Pemkab Ajukan Tambahan

BLORA- Jumlah alokasi beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Blora ternyata tidak sesuai dengan jumlah masyarakat miskin.

Akibatnya, beras yang diterima setiap kepala keluarga tidak sesuai dengan berat beras yang mestinya diterima masyarakat. Setiap keluarga sebenarnya mendapatkan 20 kg beras. Namun kenyataannya ada beberapa keluarga yang mendapatkan beras hanya 10 kg.

''Memang ada perbedaan jumlah keluarga miskin yang semestinya mendapatkan bantuan beras dengan alokasi beras yang kami terima,'' ujar Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda), Drs Sutikno Slamet, kemarin.

Sutikno yang didampingi salah seorang Kasubbagnya, Drs Sudarman menyatakan jatah alokasi raskin hanya diperuntukkan 45.783 keluarga yakni mencapai 915.660 kg.

Padahal, menurutnya, jumlah keluarga miskin mencapai angka 90.000 keluarga.

Karena itu, agar seluruh keluarga miskin tetap mendapatkan beras bersubsidi, pihaknya mengambil kebijakan mengurangi takaran beras untuk setiap keluarga.

''Kebijakan ini diambil dengan cara musyawarah antara masyarakat miskin yang semestinya menerima beras dan aparat desa. Tujuannya agar seluruh masyarakat miskin menikmati pembagian beras ini,'' tandasnya.

Meski demikian, Sutikno mengaku telah mengajukan perubahan data keluarga miskin ke Pemprov Jateng, sehingga alokasi raskin yang diterima sesuai dengan jumlah keluarga miskin.

''Kami sudah mengajukan data perubahan. Kami berharap pengajuan ini segera direspons,'' ujarnya.

Pembayaran

Sudarman menuturkan, setiap bulan pihaknya menyalurkan raskin kepada yang berhak menerima. Sesuai dengan ketentuan, menurutnya, setiap keluarga harus membeli raskin dengan harga Rp 1000/kg.

Uang pembelian beras dari warga, selanjutnya akan dibayarkan untuk membeli beras yang akan dikucurkan bulan berikutnya.

Sudarman mengaku selama ini pembayaran beras tersebut tidak mengalami masalah. Dengan demikian, dipastikan setiap bulan keluarga miskin tetap akan menerima jatah beras bersubsidi.

''Pembayaran lancar-lancar saja, tidak ada masalah,'' tandasnya.(aiz-44s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA