logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 25 Juli 2005 EKONOMI
Line

sekilas ekonomi

Koperasi Tumbuh Signifikan

MAGELANG-Pertumbuhan koperasi selama lima tahun belakangan ini sangat signifikan. Kalau tahun 1998 jumlah koperasi baru 4.917 unit, tahun 2004 sudah mencapai 7.101 unit. Omzetnya juga naik pada 1998 hanya Rp 487,9 miliar, sekarang mencapai Rp 5,43 triliun.

Kepala Dinas Pelayanan Koperasi dan UKM Jateng, Drs Sukaton mengatakan hal itu dalam sambutan tertulis yang dibacakan Drs Anwar Setya Werdaya, saat peresmian Kantor Cabang Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana Magelang di Hotel Puri Asri, Sabtu lalu (23/7). Peresmian dilakukan Kepala Kantor Pelayanan Koperasi dan UKM Kota Magelang, Dra Sri Nurhayati. Sukaton mengatakan, kehadiran KSP dapat diterima masyarakat, karena merupakan solusi alternatif setelah perbankan belum bisa mengakses seluruh kebutuhan UKM.

Ketua Dekopin Wilayah Jateng H Herman Soekirno mengatakan, perkembangan KSP Intidana, termasuk cepat. Meski baru berdiri 2001 lalu, saat ini sudah mempunyai 9 cabang. Yang membanggakan, kata Herman, pengurus KSP ini memiliki banyak gagasan dan kreasi menciptakan peluang baru untuk membantu modal bagi pengusaha mikro dan kecil. (P60-33)

Dana BPR-BKK Rp 61,646 M

WONOGIRI-Jumlah tabungan masyarakat pedesaan (Tamades) di Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan (BPR-BKK) Kabupaten Wonogiri mencapai Rp 61,646 miliar. ''Karenanya yang kemudian berhak mengikuti nomer undian berhadiah Tamades ada sebanyak 6,146 juta lebih,'' kata Maryanto SE selaku Ketua Panitia Penarikan Undian Tamades tahun 2005 Kabupaten Wonogiri.

Menurut dia, hadiah undian Tamades kali ini berjumlah 71 buah terdiri delapan macam barang. Terdiri atas hadiah khusus berupa sepeda motor Honda Fitz dan almari es, hadiah utama berupa sebuah sepeda motor Honda Megapro, hadiah kesatu berupa tiga buah sepeda motor Honda Fitz. Pengundian perdana oleh Bupati Wonogiri yang diwakili Kabag Sosial Ekonomi (Sosek) Drs H Supatno MM. Bupati dalam sambutan tertulisnya menandaskan, untuk menyikapi persaingan usaha perbankan yang makin ketat, BPR-BKK Wonogiri diminta untuk mampu tetap eksis, dengan melakukan tindakan yang proaktif, inovatif dan cepat tanggap terhadap perubahan serta perkembangan kemajuan yang terjadi.(P27-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA