logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 25 Juli 2005 BUDAYA
Line

Sebuah ''Sihir'' Bernama Padi

BAIT pertama lagu ''Mahadewi'' belum lagi dituntaskan oleh Fadly, vokalis grup band Padi, namun ribuan penonton dengan wajah bersimbah peluh sudah terlebih dahulu terbuai dengan syair romantis yang dilantunkannya di halaman Stadion Wijayakusuma, Pati, Sabtu (23/7) lalu.

Mereka, para sobat Padi yang tak cukup sabar untuk segera disihir dengan syair-syair cinta dari band papan atas tersebut, akhirnya luruh dalam histeria sepanjang dua jam pementasan. Meski diwarnai gelegak emosi dari sejumlah penonton, serta empat fans perempuan yang pingsan - akibat aksi saling dorong, konser malam itu cukup menarik untuk ditonton.

Masih dengan formasi lengkap, Fadly (vokal), Piyu (gitar), Rindra (bas), Ari (gitar), dan Yoyok (drum), malam itu Padi mengakhiri rangkaian Djarum Super All-out Tour 2005 di Jateng - DIY yang telah berlangsung selama dua minggu itu.

Seperti pada pertunjukan di kota-kota sebelumnya, yakni Purwokerto (11/7), Yogyakarta (13/7), Kebumen (16/7), Solo (18/7), dan Semarang (20/7), konser Padi di Pati ini juga dijejali penonton yang jumlahnya mencapai 10.000 ribu lebih.

Semangat untuk menyuguhkan nuansa lain dalam pertunjukannya begitu terasa saat personel Padi banyak menampilkan improvisasi musik yang memikat. Sekitar 20 lagu yang digeber dari kelima album yang telah mereka rilis sungguh menyuguhkan cita rasa yang lain.

Sederet lagu seperti ''Perjalanan'', ''Hitam'', ''Semua Tak Sama'', ''Bayangkanlah'', dan ''Kasih Tak Sampai'' mengalir dalam medley dan diikuti koor ribuan penggemarnya. Interaksi yang cukup cantik tersebut membuat penonton seperti tak segan untuk selalu mengangkat dan melambaikan tangan ke atas, mengikuti bait demi bait, titian nada, dan juga hentakan ritmis yang disajikan.

Warna suara Fadly yang khas, ditimpali raungan gitar elektrik Piyu dan Ari, serta dentaman bas Rindra dan gebukan drum Yoyok, benar-benar melenakan para Sobat Padi. Khusus untuk Yoyok, permainan solo drumnya malam itu yang begitu dinamis dan variatif. ''Sihir'' grup asal Surabaya tersebut kembali dilanjutkan setelah lagu ''Menanti Sebuah Jawaban.'' (Anton Wahyu Hartono, Satryani KN, Mulyanto AW-43)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA