| Sabtu, 23 Juli 2005 | NASIONAL |
Lagi, Ditemukan Pasien Gizi Buruk
TEGAL - Kasus gizi buruk kembali ditemukan di Kota Tegal. Pasien gizi buruk tersebut bernama Aliyah Agustina Putri (11 bulan). Dia warga Sindangjaya, Kecamatan Kersana, Brebes. Dia kini masih dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Harapan Anda. Sebelumnya, Widianto (5) dan Ahmad Fauzan (2), warga Kelurahan Debong Kidul, Kecamatan Tegal Selatan dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Kardinah Kota Tegal, Juni lalu, juga karena gizi buruk. Sementara itu, Aliyah yang dirawat selama 20 hari di rumah sakit merupakan anak yatim. Sang ibu, Siti Aminah (29), saat ini juga sedang di rawat di rumah sakit di Cirebon karena menderita TBC. Nenek Aliyah, Zaitun (50) mengatakan, cucunya sering rewel. Sejak usia tujuh bulan mengalami penurunan berat badan. "Ibu Aliyah sakit paru sehingga khawatir bayinya ikut tertular. Saya bawa ke Cilacap, ke tempat kerabat," papar dia. Dia mengatakan, penurunan berat badan cucunya antara lain akibat tidak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) sejak usia lima bulan. Keluarga hanya memberikan makanan kepada bayi berupa susu dan makanan instan. "Dua bulan kemudian, Aliyah mengalami mencret dan sering rewel," tuturnya. Kondisi tersebut dijelaskannya masih terus berlangsung. Karena khawatir kondisinya memburuk, Zaitun membawa cucunya untuk dirawat di rumah sakit swasta tersebut, Minggu (3/7) lalu. Balita itu kemudian ditempatkan di ruang II kelas II. Selanjutnya dipindahkan ke ruang ICU karena tidak banyak perubahan yang dialami. Bahkan, selama tiga hari di ruang itu cucunya mengeluarkan berak dengan gumpalan darah. Hal tersebut membuatnya sangat khawatir. Pihak rumah sakit kemudian memindahkan pasien ke ruang isolasi. Cenderung Membaik Menurut dokter Dwi Anik SpA, kondisi pasiennya saat ini membaik. Hal tersebut terbukti dari berak pasiennya mulai normal dan tidak sering rewel. Dia mengatakan, kondisi awal pasien mengalami gizi buruk marasmus. "Pasien kekurangan karbohidrat," papar dia. Namun penyebab gizi buruk pasiennya karena penyakit paru-paru dengan nama Tubercolusis (TBC) Milier. "TBC yang dialaminya termasuk berat karena menyerang darah. Bahkan jika tidak diobati akan menyerang otak," ungkap dia. Dia menjelaskan, penyakit paru yang diderita pasien diduga tertular dari ibunya dan tidak langsung diobati sehingga keadaannya semakin parah. Menyinggung berat badan pasiennya, dia menuturkan, saat ini empat kilogram. Sebelumnya sekitar tiga kilogram. "Berat badan ideal untuk bayi seusia dia minimal sembilan kilogram," kata dia. Untuk mencapai kondisi normal, pasien perlu mendapatkan makanan cair melalui selang ke hidung. Adapun waktu yang dibutuhkan sampai pasien pulih sekitar tiga sampai empat bulan. Sebab, pasien perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit sampai batas waktu tersebut. Keluarga pasien mengaku sangat berat menanggung biaya perawatan. Upaya untuk memperoleh keringanan biaya sudah dilakukan pihak keluarga beberapa waktu lalu. Direktur RSI Harapan Anda, dokter Shahabiyah akan membebaskan biaya perawatan dan obat-obatan pasien tersebut sampai keadaannya benar-benar normal. (lei-17v) | ||||