| Sabtu, 23 Juli 2005 | NASIONAL |
40 Rumah Sakit Disiagakan
SOLO - Sebanyak 40 rumah sakit (RS) milik pemerintah di wilayah Jawa Tengah disiagakan untuk mengantisipasi kalau ada pasien yang teridentifikasi mengidap virus avian influenza(AI) atau flu burung. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jateng Dr Budihardja DTM & H MPH, rumah-rumah sakit swasta pun sudah dikoordinasikan agar mewaspadai kemungkinan tersebut. "Ya, Puskesmas sudah siap, RS juga sudah siap, jelasnya waspada, tapi pada keadaan-keadaan tertentu ya kita harus membangun network yang baru lagi," kata dia, di sela-sela Kongres XI Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi (Petri), di Hotel Quality Solo, kemarin. Kongres yang dibuka Menteri Kesehatan (Menkes) itu sekaligus berbarengan dengan Kongres VII Perkumpulan Respirologi Indonesia (Perpari), Kongres VIII Perhimpunan Kedokteran Wisata Indonesia (PKWI), dan Pertemuan Ilmiah Tahunan II Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Papdi) Cabang Surakarta. Rangkaian acaranya Kamis-Minggu (21-24/7) di tempat yang sama. Budihardja mengemukakan, sebenarnya 40 rumah sakit milik pemerintah itu sudah siap sejak beberapa waktu lalu. Namun yang benar-benar mampu menangani masalah gagal paru atau gagal fungsi paru-paru akibat serangan flu burung hanya rumah sakit yang besar. Dia menyebut RS Kariadi, RS Margono Sukaryo, RS Moewardi, dan RS Telogorejo sebagai contoh. Langkah lain, pihaknya berkoordinasi intensif dengan jajaran Dinas Peternakan. Menurutnya, Dinas Peternakan sudah sangat ketat mencermati perpindahan unggas. Targetnya pasar. Jadi, migrasi unggas di pusat jual beli itu diperhatikan. "Namun tugas itu yang mencakup Dinas Perternakan. Dilakukan pengawasan juga mengenai bagaimana kondisi peternak-peternak, terutama peternakan yang besar," ujarnya. Sebelumnya, Menkes Siti Fadila menegaskan, hingga kini ada tiga korban flu burung. Seperti diwartakan, korban itu adalah Iwan Iswara Rafei (37) beserta dua anaknya, Sabrina dan Thalita, di Tangerang. Korban lain menurutnya tidak ada. Pihaknya sudah membuat posko kesehatan dan menginstruksikan jajarannya di seluruh daerah untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang kemungkinan penyebaran virus AI. Lakukan Vaksinasi Gubernur H Mardiyanto mengatakan, setidaknya sudah ada 19 kabupaten yang melakukan vaksinasi terhadap unggas untuk mencegah masuknya virus flu burung. Pemberian vaksinasi itu tetap perlu dilakukan meski sampai sekarang belum ditemukan satu pun kasus terkait virus mematikan tersebut. ''Itu sebagai upaya pencegahan agar virus tak masuk ke Jateng,'' katanya seusai penyerahan bantuan dana pengembangan dan peningkatan sarana prasarana pendidikan tahap ketiga kepada 35 kabupaten/kota di ruang serba guna Masjid Agung Jateng, Jumat (22/7). Sementara itu, berdasarkan penjelasan secara terpisah Kepala Dinas Peternakan Jateng drh Sugiyono Pranoto, kesembilan belas kabupaten itu meliputi Pati, Wonogiri, Sragen, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Magelang, Wonosobo, Banyumas, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Purworejo, Temanggung, Demak, Karanganyar, Brebes, dan Kabupaten Tegal. Pihaknya berharap, kabupaten/kota yang belum, melakukan hal serupa. Lebih lanjut Gubernur menjelaskan, berdasarkan pengamatan Dinas Peternakan Jateng sampai kini belum ada serangan flu burung yang melanda provinsi ini. Namun, sebagai upaya antisipatif vaksinasi tetap dilakukan. Dia meminta semua pihak jangan mudah menyimpulkan adanya serangan flu burung di Jateng, jika belum ada laporan resmi dari dinas berkompeten. Sebab hal itu bisa mendatangkan kerugian peternak unggas dan membuat panik masyarakat. Gubernur menjamin stok vaksin AI selalu tersedia. "Kami akan beri vaksin jika memang ada permintaan. Dananya akan saya berikan dengan mengambil dari pos tak tersangka yang kegunaannya untuk hal-hal darurat," katanya. (D11,P44,G7-29nv) |