logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 23 Juli 2005 NASIONAL
Line

"Saya Tidak Pernah Mempunyai Jamaah"


BERI CERAMAH: Kasnawi yang mengaku sebagai "Kanjeng Patih" ini memberikan ceramah keagamaan kepada pengikutnya. Ceramah dilakukan seusai menjalankan shalat jumat. (57n) - SM/Moch Achid Nugroho

SEJAK menobatkan diri sebagai Kanjeng Patih, nama Kasnawi di Kabupaten Brebes mulai terkenal. Pasalnya, ajaran agama yang ditularkan kepada lebih kurang 50 orang pengikutnya menjadi pembicaraan warga setempat.

Menurut informasi warga, mereka mau datang ke tempat itu, karena "sang" Kanjeng Patih akan berusaha menyelesaikan permasalahan yang dialami pengikutnya.

Bagaimana bisa mendapatkan jamaah sebanyak itu? Kasnawi menjelaskan, orang-orang yang menjadi pengikutnya bukan jamaah, melainkan penjihad.

Para penjihad ini nantinya akan ditugaskan untuk mengembalikan iman dan taqwa orang yang dijual pada agama lain agar bisa masuk ke Islam lagi. Selain itu, mereka akan melakukan istighotsah ba'diyah jumah yang pahalanya sangat multi dan barokah.

"Mereka merupakan seorang penjihad yang akan membela kebenaran," tandas dia.

Menurut dia, berjihad tidak ada istilah aliran, pengurus, ketua dan bendahara, karena bukan termasuk aliran politik. Adapun jihad yang dilakukannya seperti orang tahlil, tidak ada paksaan dan ditarik uang agar masyarakat mengikuti ajarannya. Masalahnya, belum tentu iman dan takwa sendiri baik, apalagi untuk menjihadkan orang lain.

Dia menambahkan, berjihad dalam memperjuangkan iman dan takwa hanya mengenal surga karena yang mulia di sisi Allah hanya orang iman dan bertakwa. Bahkan, penjihadan itu sempat dikagumi oleh seorang pemeluk agama dari Negara Brunei Darussalam dan menghadiahkan kubah emas.

"Namun, kubah itu kami kembalikan karena penjihadan yang sedang dilakukannya sangat berat," ujar dia.

Kasnawi menambahkan, ketika dari pihak Departemen Agama dan kepolisian datang, dirinya merasa heran. Sebab, selama ini ia merasa tidak pernah melakukan kesalahan.

Apa yang telah dilakukannya tersebut demi membantu kepentingan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Bagaimana dengan laporan beberapa warga yang merasa resah dengan ajaran agama tersebut? Kasnawi mengatakan, mereka yang melaporkan adalah orang-orang yang merasa tidak senang terhadap dirinya. Mereka menganggap dirinya hanya mencari keuntungan karena pengikutnya sangat banyak.

"Coba tanya kepada para penjihad, apakah saya pernah meminta uang guna kepentingan pribadi saya," tutur dia. (Moch Achid Nugroho -29v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA