logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 23 Juli 2005 NASIONAL
Line

Pejabat Depag Jateng Tersangka Korupsi

  • Terkait Kasus Pembangunan Asrama Haji

SEMARANG - Kejaksaan Tinggi Jateng telah memenuhi janjinya untuk mengumumkan dua tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Asrama Transit Haji Depag Jateng di Manyaran Semarang. Namun kejaksaan tidak membeberkan identitas jelas para tersangka.

Kepala Kejaksaan Tinggi Parnomo SH, dalam jumpa pers Jumat kemarin, hanya menyebutkan kedua tersangka itu berinisial BM dan MA.

BM adalah seorang pejabat Kanwil Depag, sedangkan MA rekanan dalam proyek rehabilitasi asrama haji tersebut.

Dalam jumpa persnya, Parnomo didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Semarang Soedibyo SH, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Zulkarnain SH, dan Asisten Pidana Khusus Slamet Wahyudi.

"Kami harus tetap menghormati asas praduga tak bersalah dalam menangani kasus ini sehingga tidak bisa terlalu terbuka. Kami masih perlu melihat peran tersangka dalam pengembangan penyidikan nanti," kata dia.

Zulkarnain menjelaskan, bagian yang diduga dikorupsi pada rehabilitasi gedung A hingga gedung G. Dana yang turun dari Dirjen Haji untuk rehabilitasi asrama haji Rp 2,064 miliar. Akan tetapi, alokasi biaya pembangunan gedung A hingga gedung G itu sekitar Rp 1,85 miliar.

Telah Melapor

Kepala Kanwil Depag Jateng Chabib Thoha mengatakan, pelaksana proyek itu Kepala Seksi Perjalanan dan Sarana Prasarana Haji Kanwil Depag Bukhori Muslim atas penunjukan langsung Dirjen Haji. Seksi itu di bawah Bidang Haji yang dikepalai Muchtar Hadi.

Dia mengaku, pihaknya telah melapor ke Dirjen Haji mengenai penyimpangan yang kini tengah ditangani Kejaksaan Tinggi. Oleh Dirjen, pengusutan penyimpangan itu disambut baik.

"Dari kami tentu menyambut baik upaya aparat penegak hukum untuk mengusut penyimpangan-penyimpangan di Depag," ujar dia.

Bukhori Muslim belum berhasil ditemui untuk dikonfirmasi apakah yang dimaksud dengan inisial BM adalah dirinya atau tidak. Namun Kepala Seksi Bidang Haji Muchtar Hadi menegaskan, meski dirinya membawahi Seksi Perjalanan dan Sarana Prasarana Haji, namun tidak memiliki hubungan dengan proyek pembangunan asrama haji di Manyaran. "Saya juga tidak tahu soal itu." (yas-14v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA