| Sabtu, 23 Juli 2005 | SEMARANG |
Gudang Peternakan Ayam TerbakarGETASAN - Sebuah kantor dan gudang peternakan ayam petelur di Dusun/Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Kamis (21/7) malam pukul 20.30 terbakar. Akibatnya, pemilik peternakan, Untung Suprana (45) warga Semarang diperkirakan menderita kerugian Rp 300 juta. Menurut Mupin (60) dan Jumadi (30), saksi mata sekaligus penjaga peternakan itu, kejadian berawal dari percikan api di atas bangunan sekitar pukul 20.00. Selang beberapa waktu, berlanjut dengan munculnya asap serta bau terbakar. Awalnya mereka tidak mencurigai kalau bagian atap bangunan tersebut bakal terbakar. Namun tak lama kemudian, terlihat api mulai membakar dan melalap atap rumah. Mengetahui atap rumah terbakar, kedua penjaga dibantu warga yang berada di sekitar lokasi peternakan berusaha memadamkan api. Sayangnya, usaha tersebut sia-sia karena api menjalar begitu cepat dan menghanguskan isi kantor serta gudang. "Kami dibantu warga mengalami kesulitan dalam memadamkan api di bagian atas bangunan," ujar Jumadi. Beberapa warga pun berusaha menghubungi mobil pemadam kebakaran. Namun mobil pemadam tak kunjung datang dan api terus membesar. Api bisa dipadamkan sekitar pukul 22.00, dan setelah itu petugas pemadam kebakaran baru datang. Beruntung, api tidak menjalar ke kandang yang luasnya beberapa hektar tersebut. Namun akibat kebakaran itu, perusahaan mengalami kerugian karena sejumlah peralatan di dalam gudang hangus terbakar. Peralatan itu di antaranya mesin pengolah makanan dan minuman untuk ayam petelur, mesin penyemprot vaksin, serta peralatan pompa air berskala besar yang harganya ratusan juta rupiah. Kapolsek Getasan, AKP Tumanggor beserta anggotanya langsung menuju ke lokasi kebakaran. Menurutnya, berdasarkan dugaan awal yang diperkuat dengan keterangan sejumlah saksi-saksi, kebakaran itu akibat korsleting. "Mengenai kerugian saya belum mendapat laporan dari anggota yang melakukan penyelidikan di lokasi kebakaran," paparnya. (H2-56d) |