logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 23 Juli 2005 BUDAYA
Line

SCTV Membantu Para Jomblo Cari Jodoh

JAKARTA - Layar teve Indonesia saat ini memang tengah dilanda tren reality show, dari adu ketangkasan hingga kontes nyanyi. Sebuah acara baru, yang sebetulnya sudah lama menjadi rubrik khusus di surat kabar, yakni Kontak Jodoh, kini ikut meramaikan reality show di teve.

Acara dengan tema cari jodoh ditayangkan SCTV sejak 10 Juli lalu, mulai pukul 21.00. Kontak Jodoh yang mempertemukan lima pasang bujangan ini memang diperuntukkan bagi mereka yang merasa kesulitan mencari teman kencan. Para peserta dipilih melalui seleksi khusus.

Manajer Humas SCTV, Budi Darmawan, mengatakan reality show sekarang memang sedang digemari pemirsa. "Karena memiliki konsep yang unik dan menarik, acara ini dapat dijadikan hiburan di tengah maraknya acara televisi lainnya. Pemirsa pun dapat berpartisipasi dalam setiap episode. Kami berharap kehadiran Kontak Jodoh dapat memberikan nuansa berbeda," katanya.

Program yang diproduksi Shandika Widya Cinema tersebut merupakan modifikasi dari acara Ready to Love dari Jepang. Program dipandu grup lawak Cagur beranggota Narji, Denny dan Wendy.

Acara tersebut bertujuan mencarikan jodoh secara fun. Peserta dipilih melalui seleksi di antara ratusan pelamar. Pada tahap awal dipilih 20 pria dan 20 wanita.

Dipermak Total

Mereka kemudian mengikuti audisi untuk menyaring menjadi 5 pasang jomblo. Mereka inilah yang akan di-make over selama satu minggu hingga akhirnya menjadi sosok yang baru dan penuh percaya diri. Selama make over, peserta pria dan wanita sama sekali tidak dapat bertemu.

Dalam tahapan tersebut, mereka mengikuti pelatihan kepribadian, etiket, psikologi, table manner, perawatan tubuh, dansa hingga pembelajaran trik bercinta oleh selebritis. Bukan hanya itu, mereka juga akan diubah penampilan fisiknya oleh penata rias dan disainer ternama. Setelah itu, mereka akan menghadiri pesta untuk saling bertemu.

Dalam pesta tersebut, mereka berkesempatan melakukan pendekatan, dengan harapan pada akhirnya mereka akan menentukan pilihan hatinya. Jika mereka saling tertarik, mereka akan menekan tombol cinta sebagai simbol bersedia untuk berkencan. Namun mereka harus melihat bagaimana kondisi calon pasangan mereka sebelum "dipermak total".

"Mungkin saja mereka akan berubah pikiran setelah melihat video calon pasangan mereka sebelum di- make over," jelas Marcell, penanggung jawab acara Kontak Jodoh.(tn-43)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA