logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 23 Juli 2005 BANYUMAS
Line

Kemungkinan Daryono Korban Tabrak Lari

PURWOKERTO - Penyebab kematian Daryono (20), yang tergeletak di tepi jalan raya Purwokerto-Baturraden, belum terungkap. Berdasar keterangan temannya, polisi menyimpulkan kemungkinan dia korban tabrak lari.

Daryono, kata teman-temannya, tak pernah terlibat konflik dengan siapa pun. Polisi pun sampai kemarin belum menemukan bukti dia tewas akibat dibunuh.

Kapolres Banyumas AKBP Erwin Triwanto menyatakan polisi sudah memintai keterangan enam teman Daryono yang malam itu bersepeda motor ke Hotel Puriwisata, Baturraden. Berdasarkan keterangan enam teman korban, yaitu Ungguh, Kuswanto, Dedy Nugroho, Tangguh, Yanto, Apriyanto, dan Bodong, kemungkinan besar Daryono korban tabrak lari.

Teman-teman Daryono, kemarin, juga menyerahkan sepeda motor korban ke polisi. Motor itulah yang mereka kendarai ke Baturraden. ''Jika mereka membunuh tentu melarikan diri,'' kata seorang polisi.

Kuswanto menuturkan Selasa (19/7) pukul 21.00 mereka bertujuh meninggalkan Jalan Sudagaran, Banyumas, menuju ke Hotel Puriwisata. Di tempat hiburan itu mereka menenggak minuman keras sampai mabuk. Pukul 01.00 mereka hendak meninggalkan hotel.

Seperti Terbacok

Ungguh yang tidak mabuk menyarankan mereka tak pulang. Dia kasihan kepada teman yang mabuk. Daryono, Kuswanto, dan Dedy memaksa diri pulang. Adapun Ungguh, Bagong, Yanto, Apriyanto, dan Tangguh menginap di losmen. Baru keesokan harinya mereka pulang.

Kuswanto mengakui saat itu setengah sadar. Dini hari itu mereka naik sepeda motor berboncengan bertiga. Memasuki Rempoah, ban motor kempis. Dedy yang mengendarai motor mencari tukang tambal ban di Gendeng, dekat kampus Unsoed. Namun dia tak menjemput kembali dan langsung pulang.

Kuswanto dan Daryono pun berjalan kaki sampai di Lapangan Rempoah. Kuswanto berhenti dan tidur di lapangan sampai pukul 06.00. Daryono yang mabuk berjalan sendirian sambil berteriak-teriak. ''Dia sempoyongan di tengah jalan,'' kata Kuswanto.

Saat itulah, ujar dia, kemungkinan besar Daryono ditabrak mobil. Terbukti, bagian belakang celana jins Daryono robek. Begitu juga bagian betis. Tubuhnya terluka seperti luka tusuk. Adapun kepalanya seperti terbacok.

Ny Surai, yang rumahnya 10 m dari tempat mayat Daryono ditemukan, menuturkan pukul 03.00 mendengar orang mengerang sambil meminta tolong. Tak lama kemudian dia mendengar suara mobil distarter, tetapi ngadat.

Saksi Dahlan menyatakan sekitar pukul 01.30 melihat di Rempoah ada seorang lelaki berjalan kaki dari arah Baturraden ke Purwokerto. Sementara itu, kedua teman lelaki itu mengendarai sepeda motor.(in-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA