logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 23 Juli 2005 BANYUMAS
Line

Hindari Tikus, Petani Panen Awal

PURBALINGGA- Para petani di sebagian wilayah di Purbalingga mengeluh karena awal bulan ini tikus menyerang tanaman di sawah mereka. Untuk menghindari kerugian lebih banyak, petani terpaksa panen lebih awal sebelum tikus menghabiskan tanaman.

Beberapa petani menuturkan tikus menyerang ketika padi baru saja berisi. Hewan pengerat itu mematahkan batang padi yang menguning. Petani yang terlambat menyadari serangan hanya bisa pasrah ketika tanaman mereka ludes.

''Saya rugi cukup besar. Biasanya sawah 300 ubin menghasilkan 24 kuintal. Namun gara-gara tikus saya hanya bisa menikmati hasil panen 4 kuintal,'' kata Madroji (38), petani Desa Karanglewas, Kecamatan Kutasari.

Beberapa petani menuturkan serangan tikus juga sudah dirasakan di sejumlah desa di sekitar Karanglewas. Misalnya, di Desa Karanggambas, Purbayasa, Karangklesem, Prigi, dan Padamara. Petani juga khawatir atas serangan hama tungro atau wereng hijau yang merusak padi yang masih hijau.

Hadi (44), petani Desa Sokawera, menuturkan sudah kehilangan cara untuk membasmi tikus. Dia sudah melakukan semua cara, tetapi tikus tetap ada. Dia sudah menggunakan racun, karbit, dan menutup lubang tikus. Namun semua sia-sia.

''Mungkin serangan ini terjadi karena kami menanam padi tidak serempak sehingga air selalu ada. Tikus menyukai tanah basah. Karena itu saya terpaksa memanen lebih awal daripada tidak kebagian sama sekali karena dirusak tikus. Kalau nekat menunda 10 hari saja, bisa-bisa saya menangis,'' ujarnya. (F10-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA