logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 22 Juli 2005 SEMARANG
Line

Pengembang Wajib Siapkan 2% Lahan Makam

SEMARANG - Setiap pengembang perumahan sebenarnya diwajibkan untuk menyediakan lahan makam. Kasubdin Pengembangan Kawasan Bappeda Kota Semarang Ir M Farchan menyatakan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) sudah mengatur penyediaan lahan makam di Kota Semarang.

Begitu pula Surat Keputusan Gubernur No 3/2001 tentang Pedoman Penyediaan Lahan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) oleh Perusahaan Pembangunan Perumahan, mewajibkan setiap perusahaan yang mendapatkan izin lokasi menyediakan 2 % lahannya untuk TPU.

Bagi pengembang yang izin lokasinya lebih dari 250 hektare, penyediaan TPU berada di dalam kawasan. ''Kalau izin lokasi kurang dari 250 hektare, boleh menyediakan TPU di luar kawasan.''

SK Gubernur itu mengacu pada PP No 9/1987 tentang Penyediaan dan Penggunaan Tanah untuk Tempat Pemakaman serta Kepmen No 26/1987 tentang Pedoman Pelaksanaan PP No 9/1987.

Namun menurut Kasubdin Pemakaman Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Semarang Drs Sugiyono, belum banyak pengembang yang mau menyediakan lahan makam.

Menurut Ir Djoko Santoso, Wakil Ketua DPD Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Jateng, ketentuan penyediaan lahan makam oleh pengembang sudah dibahas.

''Kami hanya menyediakan lahan, pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Pemakaman.''

Pantauan di beberapa kecamatan yang mempunyai TPU menunjukkan banyak makam yang dikelola warga. Sekcam Semarang Selatan Drs Trijaya Trikoranto pun menyatakan dari 11 makam di wilayahnya, hanya dua yang dikelola Pemkot, yakni Bergota dan makam Ki Ageng Pandanaran.

Hal senada juga diungkap Camat Banyumanik Suciarso Jarot. Menurut dia, setiap kelurahan sebenarnya sudah memiliki lahan makam. Kebanyakan makam-makam itu dikelola warga.

Meski demikian, Jarot tetap meminta pengembang untuk menyediakan makam dengan luas lebih kurang 2 % dari lahan perumahan. (H5,mhr,G6-60m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA