| Senin, 18 Juli 2005 | PANTURA |
|
Pantura
Bazar dan Tablig Umum PKS TEGAL - DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tegal Barat, Kota Tegal, kemarin menggelar kegiatan bazar dan tablig umum di Jalan Bawal Barat No 21 RT 02/IIIa, Tegalsari. Dalam kegiatan itu panitia menyediakan beras murah 50 paket dengan tiap paket 5 kg, buku tulis 150 paket, dan pakaian layak pakai. Ketua DPC Tauchidin mengatakan, beras murah tersebut dijual di bawah harga pasaran yakni Rp 12.000/paket dari harga pasaran Rp 15.000/paket. Demikian halnya buku tulis yang biasa dijual Rp 15.500/paket, pihaknya hanya menjual Rp 12.000. "Hasil penjualan pakaian pantas pakai akan disumbangkan ke Aceh untuk para korban tsunami," katanya. (G12-19d) Sembilan Mahasiswa Terima Beasiswa PEKALONGAN- Sembilan mahasiswa STIMIK Widya Pratama Kota Pekalongan dari berbagai jurusan, menerima beasiswa bantuan belajar mahasiswa (BBM) dan beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), Sabtu (16/7). Setiap mahasiswa mendapatkan Rp 75.000/bulan untuk beasiswa BBM dan Rp 100.000 untuk PPA. Pimpinan STIMIK Widya Pratama, Agus Wahyudi SSi mengatakan, beasiswa diberikan berdasarkan prestasi dan keaktifan mahasiswa dalam kegiatan kampus.(H17-19s) Peresmian Relokasi Sigemplong BATANG - Bupati Bambang Bintoro SE Minggu kemarin meresmikan perkampungan Sigemplong sebagai tempat relokasi warga Sigandul, Desa Mojotengah, Kecamatan Reban. Dusun Sigemplong ini masuk wilayah administratif Desa Pranten, Kecamatan Bawang. ''Persmian relokasi ini menandai bedol desa, warga Dusun Sigandul ke tempat baru. Secara bertahap warga akan menempati tempat tinggal yang baru karena lokasi lama terancam longsor,'' ujar Kabag Informasi dan Kehumasan Dra Hj Lani Dwi Rejeki MM. (ar-19n) Karyawan Koperasi Ditahan BREBES- Rubiantoro (28), karyawan unit simpang pinjam sebuah koperasi yang berkantor di Jl KS Tubun No 16, Kelurahan Pasarbatang, agaknya tidak kuat dengan godaan. Kesehariannya yang bergelut dengan keuangan nasabah, membuat dia lupa diri. Akibatnya, koperasi itu dirugikan Rp 29 juta. Rubiantoro kini harus berurusan dengan polisi, karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan. Kapolsek Brebes AKP Slamet Hartoto menuturkan, kasus yang melibatkan warga Jl S Parman itu terungkap setelah manajemen koperasi melakukan audit. Dari sekian banyak nasabah, ternyata banyak nama fiktif yang masuk dalam daftar nasabah. Usut punya usut, ternyata 164 nama digunakan tersangka untuk meminjam uang koperasi adalah rekaannya. Bahkan, beberapa nama yang dicek benar ada orangnya, tetapi besar pinjaman tidak sesuai. Misalnya, seorang nasabah pinjam Rp 200.000, ternyata ditambah sendiri oleh tersangka.(wh-19s) |