| Senin, 18 Juli 2005 | PANTURA |
Pemkot Tegal Akan Upaya Beli Alat Penghemat Daya dari PLNTEGAL - Tagihan rekening listrik untuk penerangan jalan umum di Kota Tegal dari PLN jumlahnya ternyata cukup besar, yakni mencapai Rp 392 juta tiap bulan. Sejalan dengan seruan untuk menghemat energi, Pemkot akan berupaya menurunkan rekening itu 41%/bulan. Salah satu caranya adalah dengan memasang alat pengukur dan pembatas (APP) daya. Menurut Kasubdin Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perkotaan Ir Mulyanto kemarin, pihaknya optimistis bisa menurunkan tagihan rekening listrik dan daya karena saat ini sedang mengadakan uji coba pemasangan APP di Jl Proklamasi. Hasil program penggunaan meteran itu ternyata cukup meyakinkan sehingga pihaknya bisa menyimpulkan penurunan rekening bisa ditekan menjadi 41%. Untuk menurunkan tagihan, dia mengakui dibutuhkan investasi mahal, yakni sekitar Rp 6 miliar. Sebab, harga APP itu juga mahal. Padahal alat yang dibutuhkan banyak, yakni sekitar 200 unit. Tergantung PLN Masih menurut dia, cara bekerja alat itu bisa menghemat. Padahal, saat ini pemakaiaan listrik sudah bisa dihemat karena mulai pukul 24.00 nyalanya diredupkan sehingga kemungkinan watt daya secara legal tak tercatat dalam rekening. Namun, program penghematan rekening dan daya itu selain investasinya mahal, realisasinya juga lebih bergantung pada kesediaan PLN untuk menjual alat tersebut. Sebab, peralatan canggih itu yang punya hanya PLN. Namun kalau perusahaan itu menyetujui pejualan dan Pemkot jadi membeli alat tersebut, program itu kemungkinan baru bisa terlaksana pada 2006. Kalau program itu terwujud, Pemkot ke depan hanya membayar rekening ke PLN sekitar Rp 200 juta/bulan. ''Kalau program tersebut benar-benar bisa terlaksana, ini merupakan penghematan anggaran cukup besar,'' tandasnya. (aj-19n) |